Perdosni Dorong Terapkan Pola CERDIK Cegah Stroke - FloresPos Net

Perdosni Dorong Terapkan Pola CERDIK Cegah Stroke

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 15:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Perhimpunan dokter neurologi Indonesia (Perdosni) dan Yayasan Stroke Indonesia mendorong masyarakat untuk menerapkan asas CERDIK guna mencegah terserangnya penyakit stroke yang dapat mengakibatkan kecacatan dan meninggal dunia.

CERDIK merupakan akronim dari cek kesehatan secara rutin di pusat pelayanan kesehatan, enyah rokok dan minuman keras, rutin beraktivitas, diet dengan mengkonsumsi makanan berimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan diri dari stress.

Hal ini mengemuka dalam pernyataan pers yang disampaikan Ketua Umum Perdosni, dokter Dodik Tugasworo, dan Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia, Mayjen TNI (Purn) dokter Tugas Ratmono kepada wartawan di Kupang, Jumat (14/11/2025).

Dodik mengatakan, stroke dianggap sebagai salah satu penyakit yang paling menakutkan di Indonesia, karena dapat menyebabkan angka kematian dan kecacatan tinggi.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan, Nakes dan Pelajar di Kotabaru Ende Adakan Berbagai Lomba

Karena itu, Perdosni Pusat dan Perdosni Cabang Denpasar merayakan World Stroke Day (Hari Stroke Sedunia) 2025 tingkat nasional dipusatkan di Kupang.

Kegiatan yang berlangsung 13- 16 November 2025 tersebut mengusung tema ‘Menyatukan Advokasi dan Kesadaran Stroke untuk Mendorong Tindakan pada Stroke’ sebagai upaya kolaboratif di tingkat nasional untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah NTT.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit stroke dengan dapat mengenali gejala stroke dan melakukan penanganan segera menuju fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Dodik.

Baca Juga :  Operasi Tim SAR Gabungan Hari Keenam, Nenek Tomasine Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan Wuliwutik

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Selain itu, stroke juga tercatat menjadi salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.

Secara global, angka mortalitas (kematian) tahunan akibat stroke adalah sekitar 5,5 juta. Beban stroke tidak hanya terletak pada angka kematian yang tinggi, tetapi juga morbiditas (kecacatan) yang tinggi, mengakibatkan hingga 50 persen penyintas mengalami cacat kronis.

“Butuh upaya bersama di tingkat nasional untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar kecacatan dan kematian akibat stroke dapat dicegah,” terang Dodik.

Penulis : Leo Ritan

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru