KUPANG, FLORESPOS.net-Perhimpunan dokter neurologi Indonesia (Perdosni) dan Yayasan Stroke Indonesia mendorong masyarakat untuk menerapkan asas CERDIK guna mencegah terserangnya penyakit stroke yang dapat mengakibatkan kecacatan dan meninggal dunia.
CERDIK merupakan akronim dari cek kesehatan secara rutin di pusat pelayanan kesehatan, enyah rokok dan minuman keras, rutin beraktivitas, diet dengan mengkonsumsi makanan berimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan diri dari stress.
Hal ini mengemuka dalam pernyataan pers yang disampaikan Ketua Umum Perdosni, dokter Dodik Tugasworo, dan Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia, Mayjen TNI (Purn) dokter Tugas Ratmono kepada wartawan di Kupang, Jumat (14/11/2025).
Dodik mengatakan, stroke dianggap sebagai salah satu penyakit yang paling menakutkan di Indonesia, karena dapat menyebabkan angka kematian dan kecacatan tinggi.
Karena itu, Perdosni Pusat dan Perdosni Cabang Denpasar merayakan World Stroke Day (Hari Stroke Sedunia) 2025 tingkat nasional dipusatkan di Kupang.
Kegiatan yang berlangsung 13- 16 November 2025 tersebut mengusung tema ‘Menyatukan Advokasi dan Kesadaran Stroke untuk Mendorong Tindakan pada Stroke’ sebagai upaya kolaboratif di tingkat nasional untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah NTT.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit stroke dengan dapat mengenali gejala stroke dan melakukan penanganan segera menuju fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Dodik.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Selain itu, stroke juga tercatat menjadi salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.
Secara global, angka mortalitas (kematian) tahunan akibat stroke adalah sekitar 5,5 juta. Beban stroke tidak hanya terletak pada angka kematian yang tinggi, tetapi juga morbiditas (kecacatan) yang tinggi, mengakibatkan hingga 50 persen penyintas mengalami cacat kronis.
“Butuh upaya bersama di tingkat nasional untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar kecacatan dan kematian akibat stroke dapat dicegah,” terang Dodik.
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










