“Semoga pameran ini memberi gambaran kepada saudara-saudara kita dari Pasifik tentang betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia, sebuah mega diversity yang menjadi kebanggaan dunia,” papar Fadli Zon.
Wali Kota Kupang, dokter Christian Widodo menjelaskan, kegiatan ini sejatinya telah berlangsung pada 3 November melalui program residensi budaya yang melibatkan pelaku budaya dari berbagai negara Pasifik.
Ia mengatakan, ajang IPACS tidak hanya mempererat hubungan budaya, tetapi juga membuka pintu kerja sama ekonomi dan pertukaran gagasan antarnegara di kawasan Pasifik.
“Selain pertukaran budaya dan silaturahmi, yang lebih penting adalah ini jadi pintu masuk kerja sama antarnegara Pasifik. Peluang ekonomi dan perdagangan bisa terbuka lewat budaya,” ujar Christian.
Acara ini dihadiri para menteri kebudayaan dari berbagai negara Pasifik, antara lain Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Menteri Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon.
Menteri Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Kaledonia Baru serta sejumlah Delegasi IPACS lainnya. Turut hadir Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk. *
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










