Dia mengatakan, ada orang yang suka dan ada orang yang tidak suka dengan rumah sakit dan momen ini oleh orang yang tidak suka akan memanfaatkannya termasuk di rumah sakit sendiri pun banyak yang punya akun palsu.
“Di rumah sakit sendiri pun banyak yang punya akun palsu dan kami merasakan itu.Jadi ini kembali kepada masing-masing orang,” ucapnya.
Melayani Dengan Hati
Dokter Clara mengakui dalam mengelola rumah sakit dengan 891 pekerja dengan segala isi kepala, latar belakang, pemikiran, keinginan dan kepentingan masing-masing tentu tidak mudah.
Menurutnya, kalau semua orang bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) maka semua sebenarnya bisa berjalan dengan baik.
Ia mengatakan ada pernyataan soal ketiadaan alat tensi dan lainnya di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) itu sangat tidak mungkin terjadi.
“Senjata utama seorang tenaga kesehatan itu di depan adalah tensi dan stetoskop.Tergantung bagaimana tenaga kesehatan ini bekerja,” ucapnya.
Dokter Clara menegaskan, kalau tidak ada alat tensi atau tensinya yang bermasalah, masih ada alat lain pengganti yang bisa dilakukan untuk mendapatkan data itu.
Tetapi semuanya kata dia kembali kepada tenaga kesehatan tersebut apakah dia mau itu tidak, paham atau tidak, tahu itu tidak dan persoalannya itu pada sumberdaya manusianya dan itu menjadi tugas rumah sakit memperbaikinya.
“Tetapi kembali lagi kepada hati kita masing-masing. Kalau melayani pasien maka kembali kepada sumpah kita.Bila melayani dengan hati maka semua akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Butuh Kenyamanan
Sebagai rumah sakit rujukan RS TC Hillers Maumere masih tetap menerima banyak pasien rujukan dari beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan yag ada di kabupaten lainnya di Pulau Flores dan Lembata.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










