Kedua, pendekatan perennialistik, yaitu dialog yang mencari kemungkinan adanya kesatuan transendental di balik keragaman agama-agama secara eksoterik.
Metode ini tidak menegasikan perbedaan simbol, bahasa, dan tradisi, tetapi mengakui bahwa di balik semua itu ada kepasrahan kepada Tuhan yang sama, meski dikonstruksi berbeda oleh tiap pemeluk agama.
Di penghujung acara, Pastor Paroki San Juan, RD. Sirilus Lela Wutun, menyampaikan pesan penutup yang kuat dan penuh harapan.
Ia mengutip sabda Yesus: “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Pastor Sirilus mengajak umat untuk tidak takut menjadi terang di tengah kegelapan. Ia menegaskan bahwa umat San Juan dipanggil untuk menjadi insan moderat yang bercahaya bagi banyak orang. *
Penulis : Ansel Atasoge
Halaman : 1 2










