Uji Laboratorium 421 Spesimen Otak Anjing, 63 Positif Rabies - FloresPos Net - Page 2

Uji Laboratorium 421 Spesimen Otak Anjing, 63 Positif Rabies

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lanjutnya, setelah 90 hari maka Dinas Pertanian akan melakukan evaluasi termasuk juga melakukan eliminasi HPR secara selektif sesuai kesepakatan saat itu dimana anjing yang liar langsung dieliminasi.

“Setelah 90 hari, kemarin Desa Kopong sudah kami evaluasi data real terkini, besoknya kami langsung turun vaksin.Setelah masa kerja habis, bukan berarti bahwa perilaku pemilik HPR itu jadi bebas. Tidak, tetap mereka ini laksanakan prosedur yang benar seperti mengikat anjingnya,” ungkapnya.

Albertus mengharapkan apabila ada anjing liar maka harus segera dieliminasi sehingga masing-masing menjaga wilayahnya karena pendekatan partisipasi itu lebih efektif untuk mengatasi rabies.

Baca Juga :  IMI NTT Seleksi 7 Pembalap Grass Track untuk Persiapan Berlaga di PON 2028

Ia sebutkan, melihat kondisi yang terjadi selama ini, sebagian masyarakat partisipasinya itu masih longgar, ada celah sehingga rabies bisa masuk.
Setelah 90 hari berdasarkan Surat Keputusan dari camat mengenai penutupan wilayah maka petugas dari Dinas Pertanian akan turun melakukan vaksinasi.

“Yang sudah tindak lanjut dengan bentuk TRC dan bekerja itu sekitar 30-an desa sementara yang lainnya sedang dilakukan koordinasi untuk pembentukan TRC,” ucapnya.

Albertus mengatakan kesadaran masyarakat pemilik HPR dalam menjaga ternaknya sudah semakin baik melihat dari banyaknya warga yang datang melapor meminta divaksin mulai menurun.

Baca Juga :  Promosi Rokok Vs Promosi Kesehatan (Rabies)

“Biasanya setiap hari bisa mencapai belasan orang datang minta divaksin VAR namun sekarang jumlahnya berkurang,” tuturnya.

Albertus mengakui stok vaksin yang dimiliki Dinas Pertanian Kabupaten Sikka sisa dari APBN BNPB Pusat di tahun 2024 sebanyak 2.800 VAR dan sedang diproses sebanyak 7 ribu dosis dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Menurutnya jumlah populasi HPR khususnya anjing saat ini di Kabupaten Sikka berkisar antara 39 ribu hingga 40 ribu ekor dimana jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami juga harapkan dengan pemberitaan dari media masyarakat bisa mendapatkan informasi memahami pentingnya mencegah rabies,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’
Diving di Teluk Maumere, Tiga Penyelam WNA Belum Ditemukan Satu Lainnya Selamat
Rayakan HUT ke-25, Stipas KAK Gelar Futsal dan Bola Voly
Kodim Sikka Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung dan Beton Sebelum Musim Hujan Tiba
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’

Berita Terbaru