Dirinya menjelaskan, dapur setelit ini menjangkau sampai di desa-desa terpencil dimana misalnya di satu dusun ada 50 anak sekolah saja maka mereka bisa dilayani oleh dapur satelit.
“Selama ini dapurnya masih di kota. Tapi ketika dapur-dapur mini dan dapur setelit ini, dia menjangkau di desa-desa, dusun-dusun berarti menurut saya, kita punya bapak mama dengan memanfaatkan pekarangan rumah, itu bisa menjadi penyuplai di dapur satelit itu,” ungkapnya.
Menurut Juventus, ini satu hal yang luar biasa yang kemudian bisa menjadi, perhatian semua masyarakat Kabupaten Sikka.
Dirinya berharap KSP Kopdit Pintu Air bisa menjadi satu lembaga yang selama ini sudah luar biasa, tapi ke depan menangkap potensi dan peluang ini untuk bisa menggerakkan ekonomi. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










