ENDE, FLORESPOS.net-Kelangkaan BBM yang terjadi di Ende sudah berdampak pada aktivitas dan mobilitas masyarakat. Aktivitas masyarakat misalnya ke tempat kerja, sekolah dan aktivitas sehari-hari lainnya dibatasi karena kesulitan mendapatkan BBM.
“Kelangkaan BBM saat ini tentu akan membatasi mobilitas masyarakat dan mengakibatkan kesulitan dalam mencapai tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan aktivitas sehari-hari lainnya”.
Kata Meggy Sigasare, Anggota DPRD Ende dari Partai Golkar kepada Florespos.net, Minggu (28/9/2025) siang.
Meggy mengatakan, di Kabupaten Ende kelangkaan seperti ini sudah sering terjadi atau sudah berulangkali maka pemerintah harus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasinya.
“Di Ende, kelangkaan BBM sudah berulang-ulang. Bisa saja ini akibat dari faktor internal perusahaan. Apakah pertamina, agen ataukah distributornya”.
Meggy mendesak pemerintah mengambil langkah tegas membetuk Satgas untuk mengungkapkan akar permasalahan yang berdampak pada kelangkaan.
“Tindak tegas semua pihak yang main – main dengan BBM. Bentuk Satgas dan telusuri jika ketahuan maka harus ada efek jerah kepada oknum yang nakal”.
Ia mengharapkan agar kelangkaan seperti ini harus diatasi sehingga masyarakat tidak kecewa dengan pemerintah.
“Jangan membuat masyarakat terus dirugikan di saat masa sulit seperti sekarang, jangan memancing masyarakat kecewa akhirnya berdampak tidak baik. Karena kondisi ini suda mengusik kebutuhan dasar masyarakat,” kata Meggy.
Diberitakan sebelumnya, warga Ende kembali mengantre BBM di SPBU Mautapaga, Minggu (28/9/2025) pagi.
Pelayanan di SPBU tersebut belum dibuka hingga siang hari karena ketiadaan stok. Pihak SPBU Mautapaga masih menunggu pengiriman BBM jenis pertalite dari Maumere, Kabupaten Sikka.
Pihak Pertamina Ende dikonfirmasi media ini melalui telp dan Whatsapp belum memberikan jawaban.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










