LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Anggaran listrik dan air untuk Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar) di Labuan Bajo setiap bulan menelan biaya Rp. 79 juta. Angka 79 juta rupiah tersebut mencakupi rumah jabatan (Rujab) bupati, Rujab Wakil Bupati (Wabup), dan Rujab Sekretaris Daerah (Sekda).
Demikian Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Mabar, Fransiskus Seleslinus Arjon kepada Florespos.net, di Labuan Bajo baru-baru ini.
Dijelaskan, total pembayaran rekening listrik dimaksud di antaranya untuk Rujab Bupati, Rujab Wakil Bupati, Rujab Sekda, dan Kantor Bupati per bulannya dikisaran angka 70 juta rupiah.
Sudah itu, untuk air bersih PDAM (Perusahan Daerah Air Minum Wae Mbeliling Mabar-Red) dari Rujab Bupati, Rujab Wabup, Rujab Sekda, dan Kantor Bupati telan Rp. 9 juta per bulan.
Penggunaan air PDAM antara lain untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus), termasuk untuk siram taman, baik di Rujab-Rujab maupun di Kantor Bupati.
Dulu memang ada sumur bor di belakang Kantor Bupati untuk kepentingan Kantor Bupati, tetapi rusak tahun 2017/2018, walau diperbaiki.
Kemudian, lanjut Selis, sapaan Fransiskus Seleslinus Arjon, pihak Bagian Umum beralih ke PDAM untuk memenuhi kebutuhan Kantor Bupati khususnya, disamping Rujab-Rujab.
“Di rumah jabatan Air PDAM juga dipakai untuk masak buat minum,” tambah Selis.
Masih Selis, selain gunakan air PDAM, di Rujab-Rujab dan di Kantor Bupati juga konsumsi air galon. Hanya besaran anggarannya tidak tentu, tergantung intensitas penggunaan.
Sehubungan dengan itu, di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar khususnya, sudah ada deklarasi pengurangan sampah. Terkait ini di Kantor Bupati tak lagi menggunakan gelas/botol plastik. Kalau minum air gunakan gelas.
Air galon di Kantor Bupati angkanya tidak tentu. Mulai dari ruang kerja (Ruker) Bupati, Ruker Wabup, Ruker Sekda serta di Ruker Asisten 1, 2, dan 3, dan Ruker Staf Ahli. Semua gunakan media air galon yang diurus Bagian Umum, termasuk ruang rapat.
“Menyangkut volume banyaknya galon yang dipakai tergantung kegiatan rapat di ruang rapat bupati juga,” tutup Selis. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










