Sepak Bola sebagai Puisi Sosial - FloresPos Net - Page 2

Sepak Bola sebagai Puisi Sosial

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Kesederhanaan dalam sepak bola (umpan pendek, kerja sama, saling percaya) merupakan sebuah ‘puisi lapangan hijau’ yang padanya kitab isa bercermin tentang masyarakat yang kohesif. Jika yang terjadi demikian adanya maka liga ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi ruang belajar untuk hidup bersama dalam harmoni.

Peradaban sepak bola tumbuh dari akar. Ia bermula dari lapangan-lapangan sederhana, dari pelatih yang sabar, dari penonton yang menghargai permainan. Ia tidak hanya melulu bersandar pada stadion megah atau trofi berkilau.

Sekiranya, Liga I ASKAB PSSI Flores Timur menjadi fondasi bagi impian akan peradaban itu. Di atasnya, generasi baru akan membangun mimpi, disiplin, dan solidaritas. Sekiranya pula, ajang sepakbola bergengsi di Flores Timur ini dapat menjadi sebuah deklarasi irama pembangunan peradaban masa depan.

Baca Juga :  Fokus pada Pelayanan Publik: Mengatasi Kendala Kapal Nelayan Flores Timur demi Kesejahteraan Nelayan

Dalam konteks ini, kata-kata penyair Amerika, Maya Angelou, bisa menjadi ‘penyemangat nyala sepakbola’ di hati dan pikiran laskar sepakbola Lewotanah Flores Timur. “Everything in the universe has rhythm, everything dances.” “Segala sesuatu di alam semesta memiliki irama, segala sesuatu menari.”

Bahwasanya sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan tarian semesta yang menyatukan ritme tubuh, jiwa, dan harapan. Karena itu, benar adanya: puisi kehidupan di lapangan hijau telah dibuka dan tengah bergulir di Flores Timur.

Baca Juga :  Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)

Semoga ia menjadi laboratorium nilai dan jalan menuju peradaban. Tugas berat menanti para pesepakbola dan para suporternya: menjaga nyala semangat itu tetap hidup di lapangan, di tribun, dan dalam hati setiap anak yang bermimpi menggiring bola menuju masa depan dengan irama yang tak pernah padam.*

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas
Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama
Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka
Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WITA

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:20 WITA

94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama

Berita Terbaru