MBAY, FLORESPOS.net-Tim K9 Mabes Polri yang dipimpin oleh Iptu Erasmus Hermi Talaperuw pamit dari lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Senin (22/9/2025).
Tim ini telah melakukan pencarian selama lima hari untuk menemukan tiga korban hilang, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.
Tim K9 yang berjumlah 11 orang ini menggunakan empat ekor anjing pelacak, yaitu Felicia dan Karel (ras Belgia Malinois) milik Mabes Polri, serta Bon (ras Belgia Malinois) dan Mosa (ras Doberman) milik Polda NTT.
Mereka telah menyisir setiap titik di lokasi bencana dengan metode pencarian yang sesuai dengan teori keilmuan. Meskipun anjing pelacak beberapa kali mencium bau, namun hasilnya tetap sama, tidak ada tanda-tanda korban ditemukan.
Iptu Erasmus menyampaikan terimakasih kepada semua pihak baik pemerintah Desa Sawu, masyarakat Desa Sawu yang sudah dengan ikhlas menerima, menyediakan tempat tinggal untuk kehadiran mereka selama lima hari melakukan pencarian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tim K9 selama pencarian, termasuk pemerintah Desa Sawu dan masyarakat setempat.”
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak berhasil menemukan korban. “Kami sudah laksanakan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain,” ujarnya.
Albertus Dheke selaku perwakilan Pemerintah Desa Sawu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dengan bencana itu.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Sawu dan seluruh masyarakat menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dengan bencana ini. Kepala dan teman-teman tim K9 kami mohon maaf, apabila selama ini ada sedikit hal yang tidak nyaman,” Albertus.
Data BPBD Nagekeo, Senin (22/9/2025), menyebutkan dalam bencana banjir bandang tersebut, 6 orang meninggal, 3 orang hilang dan 22 orang luka-luka dan sakit 22. Sementara 140 jiwa mengungsi ke rumah warga. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










