MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program ketahanan pangan nasional, termasuk melalui Optimalisasi Lahan (Oplah) pada tahun 2025.
Kegiatan optimasi lahan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Terkait kegiatan ketahanan pangan, Kodim 1603 Sikka fokus pada tanaman padi,” sebut Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana saat ditemui di kantornya, Selasa (26/8/2025).
Denny memaparkan, untuk Kabupaten Sikka pada tahun 2025 ini sudah mendapatkan target Oplah seluas 1.075 hektar termasuk pencetakan lahan sawah baru yang akan dilaksanakan.
Ia melanjutkan, saat ini proses survei, investigasi, dan desain (SID) sedang dilakukan sebelum kegiatan di lapangan dimulai dan Kodim 1603 Sikka bertugas mendampingi dan mengawasi.
“Targetnya sudah bisa berjalan bulan September atau Oktober ini. Kalau SID dan kontrak sudah beres maka Dinas Pertanian Kabupaten Sikka akan menurunkan anggaran kepada kelompok-kelompok tani,” ungkapnya.
Denny menambahkan, program ini tersebar di berbagai wilayah kecamatan seperti di Kecamatan Waigete, Talibura, Magepanda dan lainnya termasuk pencetakan sawah baru.
Untuk diketahui, program ketahanan pangan meliputi program Oplah yang fokus pada peningkatan produktivitas dan pemanfaatan lahan sawah secara optimal.
Oplah bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga lahan yang ada bisa ditanami lebih sering dalam setahun, serta pemanfaatan lahan tidur untuk produksi pangan.
Oplah adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas lahan pertanian, khususnya sawah, melalui perbaikan infrastruktur dan tata kelola lahan.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










