Dari sudut pandang fungsionalisme Émile Durkheim, pasar tradisional memiliki fungsi penting dalam menjaga solidaritas sosial. Ia menjadi tempat integrasi ekonomi dan sosial, di mana masyarakat saling bergantung dan membangun relasi.
Kehadiran toko modern yang tidak diatur dengan bijak dapat mengganggu kohesi sosial dan fungsi integratif pasar, terutama jika tidak ada regulasi yang melindungi kepentingan pedagang kecil.
Dengan demikian, penolakan terhadap pembangunan Indomaret bukan semata-mata persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut keadilan sosial, perlindungan identitas budaya, dan pertarungan antara sistem ekonomi tradisional dan modern.
Respons pemerintah daerah yang memastikan Indomaret tidak akan dibangun di kompleks pasar menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan sosial.
Fenomena ini mengajak kita untuk merenungkan kembali arah pembangunan yang berpihak pada komunitas lokal dan menjunjung tinggi prinsip solidaritas serta subsidiaritas dalam kehidupan sosial.
Respons pemerintah daerah yang memastikan Indomaret tidak akan dibangun di kompleks pasar merupakan langkah strategis yang mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan sosial.
Keputusan ini bukan sekadar penolakan terhadap ekspansi ritel modern, melainkan sebuah afirmasi terhadap nilai-nilai solidaritas dan subsidiaritas yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang berkeadilan.
Dalam konteks ini, pembangunan tidak boleh dipahami semata sebagai pertumbuhan fisik atau peningkatan kapital, tetapi sebagai proses merawat relasi, martabat, dan daya hidup komunitas lokal.
Untuk menjadikan keputusan ini sebagai bagian dari arah pembangunan yang transformatif, diperlukan penguatan ekonomi komunitas lokal melalui pembentukan koperasi pasar, pelatihan manajemen, dan digitalisasi usaha mikro.
Pemerintah juga perlu menerapkan kebijakan berbasis subsidiaritas, di mana masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan ekonomi. Forum dialog antara pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat sipil dapat menjadi ruang bersama untuk merumuskan visi pembangunan yang inklusif dan berakar pada kebutuhan nyata warga.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










