“Saran kedelapan, pendekatan layanan yang adaptif terhadap geografis kepulauan, perluas jangkauan Samsat keliling, titik layanan terdesentralisasi dan inovasi layanan berbasis lokasi,” terangnya.
Darius menyebutkan, Ombudsman NTT juga menyarakan adaptasi model Samsat inovatif dari provinsi lain, seperti Samsat Wisata atau Samsat Drive Thru, yang sesuai dengan karakteristik geografis dan sosial-ekonomi NTT.
Ombudsman NTT meyakini, jika semua upaya ini dilaksanakan akan meningkatkan potensi pendapatan daerah bagi NTT dari sektor pajak kendaraan bermotor yang selalu menjadi penyumbang terbesar PAD Provinsi NTT setiap tahun.
“Terima kasih kepada Wakil Gubernur NTT, Sekda NTT, Dirlantas Polda NTT selaku koordinator Samsat Provinsi, Kepala Dinas Pendapatan Provinsi NTT, Direktur PT Jasa Raharja, Para Kepala UPTD Dinas Pendapatan dan Para Kasatlantas Polres se-NTT atas rapat koordinasi hari ini,” ucapnya.
Hadir dalam Rakor tersebut, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Sekda NTT Kosmas Lana, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTT Alekson Lumba, Wadir Lantas Polda NTT serta Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja.
Hadir juga Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Bank Indonesia Perwakilan NTT, para Kasatlantas Polres se-NTT, Para Kepala UPTD Dinas Pendapatan se-NTT dan PT Jasa Raharja serta Jasa Raharja Putra se-NTT. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










