LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Puluhan petugas kesehatan dari Puskesmas Bari dan ibu-ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Bari antusias mengikuti kegiatan sosialisasi informasi HIV/AIDS dan pemeriksaan (screening) HIV di Aula Puskesmas Bari baru-baru ini.
Seluruh peserta terperiksa dinyatakan negatif (non-reaktif) dari hasil pemeriksaan itu. Hasil negatif tersebut membuat mereka lega sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tinggi.
Kegiatan ini merupakan program utama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Mabar dan Puskesmas Bari.
Maria Yasinta Dahlia, Kepala Puskesmas Bari ketika membuka kegiatan tersebut mengapresiasi tinggi kepada KPA Manggarai Barat.
“Terima kasih banyak kepada KPA Mabar atas kunjungannya di Puskesmas Bari. Kami memberikan apresiasi karena baru tahun ini KPA Mabar dapat menggelar sosialisasi dan Tes HIV di Puskesmas Bari. Kegiatan seperti ini masuk dalam 12 indikator SPM di Puskesmas Bari,” ujar Dahlia.
Dahlia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta. Berharap semua peserta juga mengikuti kegiatan sampai selesai.
“Informasi yang kita dapatkan hari ini dapat kita bagikan kepada anggota keluarga kita masing-masing. Kepada KPA Mabar, semoga kegiatan ini tidak hanya kali ini saja, tetapi berkelanjutan,” pintanya.
Sekretaris KPA Mabar Bernadus Barat Daya, mengungkapkan, dengan hasil ini membuat kita makin percaya diri. Pertahankan hasil ini. Jauhi seks bebas dan setia pada pasangan.
“Kami tidak punya apa-apa untuk beri para peserta kegiatan selain informasi tentang isu HIV/AIDS,” ungkap doktor hukum tersebut sembari menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan sebagai modal utama dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memberikan informasi dan layanan tes HIV, tetapi juga menjadi momen penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS serta pentingnya perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.
Kerjasama antara KPA, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Mabar. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus











