LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjalani misi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di daerah pariwisata super premium tersebut.
Pada 22 Juli 2025, KPA kembali menggelar sosialisasi intensif di SMA Negeri 1 Boleng, Kecamatan Boleng-Mabar. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen KPA untuk melindungi generasi muda dari ancaman virus mematikan itu. Seruan tegas untuk menjauhi seks bebas dan narkoba kembali menjadi inti pesan yang disampaikan kepada ratusan pelajar dan guru.
Sekretaris KPA Mabar, Bernadus Barat Daya, mengingatkan para siswa untuk membentengi diri dengan literasi HIV/AIDS yang kuat.
“Jaga diri adik-adik. Jauhi seks bebas dan hindari tubuhmu dari jarum tato,” pinta Doktor Hukum tersebut.
Barat Daya menjelaskan, KPA Mabar secara proaktif menyasar pelajar dan generasi muda di sekolah, paroki, Puskesmas, dan berbagai populasi kunci karena adanya beberapa kasus penderita HIV/AIDS dari kalangan ini di Manggarai Barat.
Ini menunjukkan bahwa meskipun Labuan Bajo kian mendunia sebagai destinasi pariwisata super prioritas, masalah kesehatan masyarakat, khususnya HIV/AIDS, tetap jadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kepala Puskesmas Terang, Magdalena Indas, turut memperkuat pesan tersebut. “Seganas apapun virusnya, tapi kalau kita mampu membentengi diri kita, maka kita tidak mudah terpapar HIV/AIDSAIDS,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, jauhi seks bebas, jauhi narkoba dan miras. Wartakan informasi terkait HIV/AIDS yang kalian dapatkan hari ini kepada siapa saja yang kalian jumpai setiap hari, katanya seraya menambh, peran aktif setiap individu menyebarkan informasi tentang HIV/AIDS sangat penting.
Upaya KPA Mabar saat itu mendapat apresiasi tinggi dari Kepala SMA Negeri 1 Boleng, Ignasius A. Bijaksana,
“Terima kasih yang luar biasa karena hari ini kami dikunjungi oleh KPA Mabar. Ini pertemuan yang luar biasa bagi kami,” ungkapnya.
Dia menyoroti peran strategis KPA dalam mengendalikan laju penularan HIV/AIDS melalui berbagai cara, termasuk kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan HIV yang juga dilaksanakan di sekolahnya hari itu.
Keseriusan KPA Manggarai Barat dalam mewartakan bahaya dan upaya penanggulangan HIV/AIDS bukan sekadar kegiatan sesaat. Dengan target Manggarai Barat Bebas AIDS 2030, strategi KPA Mabar semakin terarah pada pendidikan dini dan peningkatan kesadaran di kalangan populasi rentan.
Kehadiran KPA secara langsung di tengah-tengah pelajar seperti di SMAN 1 Boleng dan sekolah lain sebelumnya adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman HIV/AIDS, demi mewujudkan Mabar yang berdaya saing dan berkelanjutan. Mabar tanpa AIDS, Pariwisata tanpa AIDS.*
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










