“Kita harapkan pemerintah menemukan alasan sebenarnya kenapa Pasar Alok sepi.Kalau alasannya ada Pasar Wuring pertanyaannya kenapa orang memilih belanja di Pasar Wuring yang jaraknya lebih jauh dan di sana juga biaya parkir kendaraan juga sama dengan Pasar Alok,” ucapnya.
Stef menerangkan, evaluasi dari DPRD Sikka tahun-tahun sebelumnya terkait retribusi parkir di Pasar Alok, sebelum ada portal pendapatannya sering bocor atau menurun.
Perbandingannya, kata dia, ketika hari dimana petugas Satpol PP tidak berjaga di pintu masuk pasar, pendapatannya menurun tetapi ketika ada penjagaan pendapatannya meningkat.
“Daripada setiap hari ada anggota Satpol PP berjaga di Pasar Alok maka lebih baik dipasang portal.Orang juga cenderung berbelanja di pasar yang lebih dekat dengan rumah seperti di pasar senja,” ucapnya.
Lakukan Penataan

Terkait banyaknya pedagang yang menjual di sepanjang jalan ataukah di luar areal pasar, Stef menyebutkan bisa saja masyarakat ingin berjualan di pasar namun tidak memiliki tempat.
Dengan begitu kata dia, masyarakat akan berjualan di tempat lain meski aturan melarang berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan.
Namun kalau tidak disediakan tempat di pasar oleh pemerintah, maka masyarakat pasti mencari tempat berjualan lain karena mereka juga butuh pendapatan
“Kalau tidak diijinkan berjualan di luar lokasi pasar maka harus diberi ruang agar orang bisa berjualan di pasar. Di pasar juga kadang ada monopoli, orang yang ingin berjualan tidak diberi tempat untuk berjualan,” ungkapnya.
Mantan wartawan ini menegaskan, pemerintah belum menyediakan tempat untuk oang berjualan maka penertiban yang dilakukan akan mendapatkan perlawanan dari warga.
Menurut Stef, ketidakteraturan ini kan harus diatur dengan cara membuat aturan,intervensi dan lakukan penataan terhadap pasar-pasar tradisional di Kabupaten Sikka.
“Pasar itu bisa juga menjadi sebuah tempat tujuan atau destinasi wisata apabila perlu ditata dengan baik, kebersihannya terjamin termasuk sanitasi dan keamanannya. Pemerintah selalu kita dorong dengan menyediakan anggaran untuk melakukan penataan terhadap pasar-pasar tradisional,” terangnya.
Mantan guru ini juga mendorong agar pemerintah menciptakan keramaian di Pasar Alok seperti membuat pasar malam termasuk bisa juga kegiatan car free night dipindahkan ke Pasar Alok.
Stef menggarisbawahi, sudah sekian lama pedagang mengeluhkan sepinya Pasar Alok bahkan pengelola pasar pun saat ditanya anggota DPRD Sikka waktu berkunjung ke pasar pun menyampaikan kondisi tersebut.
“Sudah lama keluhan ini disampaikan namun pemerintah belum bertindak untuk mengatasi permasalahan ini termasuk membuat kajian dan solusi dalam mengatasinya,” sesalnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










