Ketua DPRD Sikka Bicara Terkait Sepinya Pasar Alok Maumere, Apa Solusinya?

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sepinya pembeli di Pasar Alok Maumere pun diakui oleh Ketua DPRD Sikka sehingga lembaga legislatif pun berharap pemerintah segera mengambil tindakan terukur guna mengatasinya.

Menurut Ketua DPRD Sikka, orang tidak ke pasar artinya dia tidak punya barang atau uang yang bisa ditukarkan dengan barang ada di pasar atau bisa jadi orang tidak mempunyai pendapatan yang cukup.

“Bisa juga orang mempunyai pendapatan tetapi peruntukannya untuk kepentingan yang lain,” sebut Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi saat ditemui di Gedung DPRD Sikka, Rabu (23/7/2025).

Stef sapaannya menyebutkan, sejak bulan Juni hingga Juli orang banyak mempunyai kepentingan atau kebutuhan lain terkait pesta seperti pesta sambut baru dan pernikahan.

Baca Juga :  Tiga Dekade Berkiprah, KSP Kopdit Pintu Air Miliki Aset Rp 2,3 Triliun

Selain itu dana yang ada dipergunakan untuk membiayai sekolah anak bahkan orang sampai berhutang untuk membiayai pendidikan anak sebab rata-rata masyarakat di Sikka tidak memiliki tabungan atau asuransi pendidikan.

“Mereka belum mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini sehingga berapapun pendapatan yang didapat saat ini akan dialokasikan untuk biaya pendidikan,” jelasnya.

Pendapatan ASN

Pasar Alok Sepi Pembeli

Selain itu papar Stef, belanja daerah kita yang sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat namun sampai hari ini pun banyak proyek pemerintah belum diluncurkan atau dikerjakan.

Baca Juga :  Tunggakan Iuran PBPU dan BP Mandiri BPPJS Kesehatan Cabang Maumere Capai Rp 23 Miliar

Hal ini kata dia, berdampak kepada pendapatan buruh bangunan, pedagang material,sopir pengangkut material dan lainnya yang harusnya memperoleh pendapatan.

“Ini juga salah satu faktor karena setiap tahun anggaran untuk belanja publik atau belanja modal dari pemerintah cukup besar. Kalau terlambat di lelang proyek-proyeknya maka akan berdampak juga terhadap lesunya pasar akibat daya beli melemah,” ucapnya.

Stef menegaskan, DPRD Sikka mendorong agar berbagai proyek pemerintah segera dikerjakan sehingga ada perputaran uang di masyarakat.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Tahun 2025, Kejari Sikka Tangani 37 Perkara Korupsi dan Raih Penghargaan
Pasar Wuring Ditutup, Aktifitas Pasar Alok Maumere Mulai Bergeliat
Wabup Ende Lepas 15 Atlet Renang dari Mbira Mera Club Ikut Kompetisi di Kupang
Melalui Pendekatan Persuasif Satgas Penertiban, Pasar Wuring Ditutup
Borgol Dilepas Kajari Sikka, Ateng Terbebas Dari Hukuman Pidana Penjara
Perkara Dugaan Korupsi di BRI Maumere Sudah Dilimpahkan dan Disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang
Tersangka Korupsi di Sikka Kembalikan Kerugian Keuangan Negara Rp 621 Juta
Kejari Sikka Tetapkan dan Tahan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jaringan Air Minum IKK Nita
Berita ini 286 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:38 WITA

Tahun 2025, Kejari Sikka Tangani 37 Perkara Korupsi dan Raih Penghargaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:18 WITA

Pasar Wuring Ditutup, Aktifitas Pasar Alok Maumere Mulai Bergeliat

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:04 WITA

Wabup Ende Lepas 15 Atlet Renang dari Mbira Mera Club Ikut Kompetisi di Kupang

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:22 WITA

Melalui Pendekatan Persuasif Satgas Penertiban, Pasar Wuring Ditutup

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:35 WITA

Borgol Dilepas Kajari Sikka, Ateng Terbebas Dari Hukuman Pidana Penjara

Berita Terbaru