MAUMERE, FLORESPOS.net-Sepinya pembeli di Pasar Alok Maumere pun diakui oleh Ketua DPRD Sikka sehingga lembaga legislatif pun berharap pemerintah segera mengambil tindakan terukur guna mengatasinya.
Menurut Ketua DPRD Sikka, orang tidak ke pasar artinya dia tidak punya barang atau uang yang bisa ditukarkan dengan barang ada di pasar atau bisa jadi orang tidak mempunyai pendapatan yang cukup.
“Bisa juga orang mempunyai pendapatan tetapi peruntukannya untuk kepentingan yang lain,” sebut Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi saat ditemui di Gedung DPRD Sikka, Rabu (23/7/2025).
Stef sapaannya menyebutkan, sejak bulan Juni hingga Juli orang banyak mempunyai kepentingan atau kebutuhan lain terkait pesta seperti pesta sambut baru dan pernikahan.
Selain itu dana yang ada dipergunakan untuk membiayai sekolah anak bahkan orang sampai berhutang untuk membiayai pendidikan anak sebab rata-rata masyarakat di Sikka tidak memiliki tabungan atau asuransi pendidikan.
“Mereka belum mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini sehingga berapapun pendapatan yang didapat saat ini akan dialokasikan untuk biaya pendidikan,” jelasnya.
Pendapatan ASN

Selain itu papar Stef, belanja daerah kita yang sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat namun sampai hari ini pun banyak proyek pemerintah belum diluncurkan atau dikerjakan.
Hal ini kata dia, berdampak kepada pendapatan buruh bangunan, pedagang material,sopir pengangkut material dan lainnya yang harusnya memperoleh pendapatan.
“Ini juga salah satu faktor karena setiap tahun anggaran untuk belanja publik atau belanja modal dari pemerintah cukup besar. Kalau terlambat di lelang proyek-proyeknya maka akan berdampak juga terhadap lesunya pasar akibat daya beli melemah,” ucapnya.
Stef menegaskan, DPRD Sikka mendorong agar berbagai proyek pemerintah segera dikerjakan sehingga ada perputaran uang di masyarakat.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











