MAUMERE, FLORESPOS.net-Untuk event olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 karena Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah maka akan mendapat jatah 4 atlet.
Keempat pembalap tersebut lolos secara otomatis tanpa harus melalui seleksi sehingga untuk NTT Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTT mengambil kebijakan melakukan seleksi pembalap.
“Kita dapat peluang empat atlet tanpa seleksi, tanpa lagi proses Pra PON. Kami IMI NTT ambil kebijakan seleksi pembalap lewat event-event yang digelar,” sebut Sekertaris IMI NTT, Sokan Teibang, Minggu (9/11/2025).
Ditemui usai kejuaraan open turnamen grass track Bupati Sikka Cup Serie 1, Sokan menyebutkan, IMI NTT untuk tahun 2025 baru menyelenggarakan kejuaraan grass track di Maumere di Flores.
Ia mengatakan,untuk tahun 2026 IMI NTT juga berencana membuat lagi event atau kejuaraan-kejuaraan grass track untuk fokus mencari pembalap yang dipersiapkan mewakili NTT di PON 2028.
“IMI NTT saat ini sudah dapat tujuh orang pembalap yang usia PON di kejuaraan grass track di Maumere.Kita akan konsisten untuk berproses dan mendapatkan empat orang pembalap,” ujarnya.
Sokan menambahkan, empat pembalap itu selain memiliki kemampuan untuk bisa juara, juga akan dilihat aspek attitude,kesehatan dan beberapa aspek lainnya yang akan dijadikan standar oleh IMI NTT.
Dirinya menyebutkan, aspek ini yang menjadi standar dalam merekrut pembalap grass track yang berlaga dalam kelas PON yang digelar di setiap kejuaraan grass track di NTT.
“Untuk PON itu ada perorangan, ada beregu, tapi itu teknis. Setelah kami dapatkan dulu empat orang ini, baru kemudian nanti kami atur sesuai dengan kapasitas setiap pembalap yang kita akan dapatkan,” ungkapnya.
Sokan mengakui, para pembalap yang sudah berlaga di kejuaraan grass track di Maumere tentunya mempunyai peluang lebih besar untuk direkrut karena ada masa karantina lagi, ada masa pelatihan-pelatihan lagi yang akan dilakukan.
Dia melihat rata-rata pembalap memang selain skill, IMI NTT juga ingin lebih fokus pada pembenahan kekuatan fisik sebab selama ini pembalap NTT masih kalah di fisik dan stamina.
“Kejuaraan grass track di Maumere maksimal 12 putaran saja sementara untuk PON itu 24 putaran. Itu butuh kekuatan fisik dan memang pengalaman kita selama ini pembalap kita kalah di stamina ketika bersaing dengan provinsi-provinsi yang lain,” tuturnya.
Sokan menjelaskan, ketahanan fisik ini yang menjadi catatan IMI NTT sehingga perlu didorong, supaya fisik para pembalap di NTT harus menjadi perhatian utama oleh kami IMI NTT.
Ia memaparkan, batas usia sesuai aturan yang masih berlaku sampai saat ini, usia atlet maksimal 20 tahun pada tahun 2028 mendatang.
“Pas tahun 2028 dia sudah 20 tahun. Jadi masih ada peluang bagi pembalap lainnya lagi. Flores ini kan potensinya itu grass track dan peluang paling besar itu ada di Flores,” jelasnya.
Sokan menambahkan, arahann dari PB IMI bahwa IMI NTT sudah harus lakukan seleksi pembalap grass track dan road race untuk persiapan PON tahun 2028 mendatang.
Untuk road race kata dia, IMI NTT selama tahun 2025 sudah 4 kali membuat kejuaraan road race sehingga sudah sangat cukup bisa ambil keputusan menetapkan pembalap PON.
“Tapi kami juga masih tunggu arahan dari PB IMI. Kalau tahun 2025 sudah harus kirim maka pembalap yang turun di grass track Maumere ini berpeluang untuk jadi pembalap mewakili NTT di PON 2028,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando













