MAUMERE, FLORESPOS.net-Ratusan massa menyerbu pasar tingkat Maumere dan mengobrak-abrik lapak dagangan seperti Sepatu dan mainan anak-anak yang ada di pasar tradisional di tengah kota Maumere ini.
Massa yang datang Jumat (27/6/2025) sekitar pukul 16.35 Wita tersebut terlihat melampiaskan amarah setelah kematian YS seorang pemuda yang meninggal dunia Kamis (26/6/2025) sore akibat dianiaya pelaku NLM di pasar tingkat Maumere.
Lokasi kejadian yang berjarak sekitar 100 meter dari Mapolres Sikka tersebut membuat aparat kepolisian Polres Sikka segera turun ke lokasi sehingga massa pun membubarkan diri usai melampiaskan kemarahan.
Pantauan media di lokasi kejadian hingga pukul 20.00 Wita terlihat beberapa pedagang Sepatu dan lainnya yang kebanyakan berasal dari Sabu Raijua mengangkut barang dagangan mereka menggunakan pick up.
Terlihat beberapa aparat kepolisian masih berjaga di lokasi dan gerbang masuk ke lokasi pasar terlihat ditutup sementara jalan raya di sebelah timur dan barat pasar tingkat terlihat sepi.
Polres Sikka menghimbau kepada keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang dan menjaga agar situasi tetap kondusif dan membiarkan Polres Sikka menangani kasusnya.
“Kami mengimbau kepada keluarga besar korban untuk tetap tenang, tetap memberikan kepercayaan kepada Polres Sikka untuk menangani kasus ini,” himbau Kasubsi Penmas Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, Jumat (27/6/2025).
Leonardus mengatakan, Polres Sikka berjanji akan menangani kasus in secara profesional dan transparan dan meminta masyarakat agar jangan terprovokasi dengan kejadian tersebut.
Dia menjelaskan,terduga pelaku berinisial NKM merupakan pekerja swasta di pasar tingkat Maumere yang bekerja menjual sepatu dan sandal dan sebelumnya sempat janjian dengan korban bertemu di lokasi jualannya.
“Sebelum korban tiba, pelaku membeli sebotol Moke (arak) dan meminumnya sendirian dan setelah korban tiba keduanya sempat mengobrol hingga korban menagih hutang kepada pelaku sebesar Rp200 ribu,” terangnya.
Leonardus menjelaskan,terduga pelaku sempat meminta waktu beberapa hari untuk membayar hutangnya hingga terjadinya pertengkaran antara pelaku dan korban.
Pelaku pun menendang korban dan mengenai kemaluannya lalu pelaku mendorong korban hingga terjatuh lalu pelaku melarikan diri.
Warga setempat membawa korban ke IGD RSUD TC Hillers Maumere dan setelah dilakukan tindakan medis, beberapa saat kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.
“Satu jam setelah kejadian, Tim Buser Polres Sikka menangkap pelaku di rumah keluarganya yang terletak di Kelurahan Kota Uneng.Pelaku diamankan di sel tahanan Polres Sikka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










