Perpas XII Regio Nusra di Larantuka Hadirkan Keuskupan Transit dan Keuskupan Tujuan Migran-Perantau - FloresPos Net - Page 2

Perpas XII Regio Nusra di Larantuka Hadirkan Keuskupan Transit dan Keuskupan Tujuan Migran-Perantau

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Romo Gabriel menjelaskan, tema ini berangkat dari fenomena migrasi (Perantau) di pelbagai belahan bumi, di satu sisi mengungkapkan eksistensi manusia sebagai makhluk peziarah (homo viator).

Di sisi lain, sebuah realitas kontenporer yang kompleks dari sudut pandang sosial, budaya, politik, HAM, agama, ekonomi, lingkungan hidup dan pastoral.

Migrasi juga telah membawa banyak manfaat dan dampak positif, tetapi juga tidak sedikit hal-hal negatif yang ditimbulkannya. Seperti human trafficking, pelecehan dan kekerasan, masalah kesehatan (stunting, HIV-Aids), minimnya akses pendidikan formal, penyakit sosial, kematian dan persoalan pastoral lainnya. Akar dari migrasi antara lain adalah kemiskinan, perubahan iklim dan migrasi ilegal (non prosedural).

Bagi Gereja, kata Romo Gabriel, migrasi adalah tanda-tanda zaman (bdk. GS art.4); yang tidak hanya dilihat dari aspek antropologis atau sosiologis, tetapi juga direfleksikan dari aspek biblis, teologis, dan eklesiologis.

Kita semua sebagai Umat Allah, adalah para migran di bumi ini, yang sedang dalam perjalanan menuju “tanah air sejati” (bdk. Kel.14:15-31; Ibr.11:13-16), katanya.

Romo Gabriel mengatakan, para migran adalah ikon kontemporer Gereja dalam perjalanan. Dalam diri mereka, kita berjumpa dengan Tuhan yang setia berjalan bersama umat-Nya (bdk. LG, 49; Pesan Paus pada Hari Migran Sedunia, 29 September 2024).

Baca Juga :  Pulau Meko di Flores Timur, Ada Tiga Pulau Kecil Apit Gundukan Pasir Putih di Tengah Laut

Perpas XII Regio Gerejawi Nusra bertepatan dengan Tahun Yubileum adalah sebuah momentum istimewa untuk menyadari kehadiran Gereja sebagai teman seperjalanan, pemandu, dan sauh keselamatan bagi para migran dan perantau.

Mereka bukan hanya sebagai obyek tindakan karitatif gereja semata, tetapi subyek evagelisasi dalam ziarah bersama. Dalam diri mereka khususnya dengan yang paling kecil, yang miskin, terpinggirkan dan terasing, kita menemukan rahasia misteri Inkarnasi Yesus. Dengan demikian Gereja lokal se-Regio Nusra dapat menampilkan kesaksiannya sebagai Gereja yang berwajah perantau.

Kata Romo Gabriel, Perpas XII Regio Gerejawi Nusra bertujuan untuk menghidupkan kembali spiritualitas berjalan bersama para migran dari gereja lokal Nusra; memperkaya wawasan tentang karateristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal se-Nusra; menemukan jalan-jalan baru sebagai bentuk respons pastoral bersama gereja lokal Nusra terhadap para migran; membangkitkan aksi solidaritas bersama gereja lokal Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak.

Baca Juga :  Kado Paskah dan Idul Fitri, 643 Lulusan PPPK Flores Timur 2023 Terima SK dan Mulai Kerja Selasa 2 April

Harapan dari hasil Perpas XII Regio Gerejawi Nusra, kata Romo Gabriel, yakni tumbuhnya spiritualitas berjalan bersama dengan para migran dalam diri peserta; terbangunnya wawasan peserta tentang karateristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra.

“Dan tersedianya jalan-jalan baru sebagai bentuk respons pastoral bersama gereja lokal Nusra terhadap para migran; dan tumbuhnya aksi solidaritas bersama gereja lokal Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak,” katanya.

Sementara Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung pada kesempatan itu mengajak semua keuskupan se Nusra untuk bisa hadir mengikuti Perpas XII di Larantuka, Keuskupan Larantuka.

Selain itu, Uskup Frans Kopong juga mengajak semua umat keuskupan Larantuka untuk menyambut Perpas XII Regio Nusra dengan hati yang gembira.

“Semua uskup se Nusra bersama delegasi keuskupan, selamat datang di Larantuka dalam kegiatan Perpas XII Regio Nusra. Umat Keuskupan Larantuka menyambut kedatangan dengan gembira,” kata Uskup Frans Kopong. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA