LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Ditengarai ada bangunan lumbung pangan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT beralih fungsi jadi gedung untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pengalihan fungsi bangunan lumbung pangan tersebut disinyalir karena isinya kosong, antara lain padi dan jagung.
Darmawati Maria Sardiana, Analis ketahanan pangan Ahli muda Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Mabar, menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini, mengatakan, jumlah lumbung pangan di Mabar 13 unit, dibangun beberapa tahun belakangan oleh pemerintah. Namun hanya beberapanya saja yang masih aktif, beroperasi baik. Lumbungan Pangan bagian dari kewenangan DKPP.
Sedangkan yang lain, kata dia, sudah tidak mampu lagi beroperasi. Atau kalau pun beroperasi tetapi kurang maksimal karena isinya kurang, atau keterbatasan isi, seperti padi, jagung dan lain-lain. Rupanya anggota yang meminjam padi atau pun pangan lainnya tidak bisa mengembalikan karena hasil panen kurang.
Bahkan, kata Wati, sapaan akrab Darmawati Maria Sardiana, ada di antara lumbung pangan tersebut yang kabarnya sudah beralih fungsi jadi PAUD, yaitu di Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng.
“ Informasi, padi masyarakat setempat ada. Hanya simpan sedikit jauh dari lumbung pangan itu. Di situ sudah jadi PAUD,” kata Wati yang saat itu berdampingan dengan Sekretaris DKPP, Mangayung.
Mangayung dan Wati dimintai tanggapan terkait program strategis/prioritas ketahanan pangan DKPP sehubungan dengan program ketahanan pangan nasional. Mangayung meminta Wati menjelaskannya.
Menurut Wati, terkait program ketahanan nasional, instansinya hanya menyiapkan data, ada juga instansi lain yang berhubungan dengan ketahan pangan dimaksud.
Edi Sudrajat, pegawai pada instansi bersangkutan saat itu meninggalkan tempat lebih awal. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










