Yanto mengatakan, sekitar pukul 16.00 Wita almarhumah dirujuk ke RSUD TC Hillers dan mendapatkan penanganan medis sebab mengalami sesak nafas dan sempat diinfus.
“Katanya mau dirujuk ke Larantuka, terus ke Bajawa lalu dibatalkan lagi dan dikatakan mau rujuk ke Lembata. Tapi itu pun dibatalkan lagi dan katanya mau rujuk ke RS St.Gabriel Kewapante,” sebut Yanto.
Yanto menegaskan pihak keluarga tidak mempermasalahkan almarhumah mau dirujuk kemana saja asal bisa mendapatkan penanganan medis sebab hendak melahirkan.
Lanjutnya, rujukan ke RS St.Gabriel Kewapante pun akhirnya dibatalkan juga sebab katanya peralatan medisnya tidak lengkap hingga akhirnya almarhumah beserta bayi dalam kandungannya meninggal dunia.
Ia menyesalkan ketiadaan dokter anestesi sehingga almarhumah mau dirujuk ke semua rumah sakit yang dihubungi tapi pihak keluarga menunggu dan tidak ada kepastian.
“Waktu itu sudah sepakat katanya mau rujuk ke Larantuka dan perjalanan jauh sehingga disuruh buatkan bubur supaya makan dulu. Almarhumah sempat makan sedikit dan minum juga,” terangnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










