Pasarkan Berbagai Karya Kreatif dan Murah,Stand SMKN Talibura Diserbu Pembeli - FloresPos Net

Pasarkan Berbagai Karya Kreatif dan Murah,Stand SMKN Talibura Diserbu Pembeli

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 15:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Stand SMKN Talibura saat pameran karya SMA,SMK dan SLB pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati Sikka ramai diserbu pengunjung.

Sekolah kejuruan di wilayah timur Kabupaten Sikka tepatnya di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura ini memamerkan aneka produk hasil karya para siswa di sekolah ini.

“Kami membuat obat annti Scabies atau kudis yang dipergunakan untuk hewan ternak,” sebut Alfonsius Franki Sukardi kelas XI jurusan Kesehatan Hewan SMKN Talibura, Jumat (2/5/2025).

Alfonsius menjelaskan,obat anti scabies untuk hewan ternak ini merupakan hasil produksi para siswa yang didapat dari pengolahan campuran daun gamal, daun mimba serta minyak goreng.

Ia menyebutkan, daun gamal dipilih karena terdapat kandungan humarin sementara daun mimba memiliki kandungan azadirachtin dimana campuran kedua daun ini dapat membunuh tungau Sarcoptes scabiei.

“Yang dapat membunuh kuman tersebut hanya campuran dua daun ini yang kami campurkan juga dnegan minyak goreng. Obat oles ini lalu kami uji coba dengan mengoleskannya di ternak kambing dan sapi di sekolah,” terangnya.

Alfonsius menambahkan, setelah ternak kambing dan sapi yang terkena penyakit scabies atau kudi diobati selama 3 hari, pada bekas luka hewan tersebut muncul seperti ketombe dan hewan pun sembuh dari penyakit kudis.

Baca Juga :  LPS dan CIMB Niaga Finance Perkuat Literasi Keuangan dan Pendidikan SDI Rata Nagekeo

Scabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

“Obat scabies ini sudah dipasarkan ke masyarakat dengan menjualnya di Pasar Talibura maupun di jual ke masyarakat di desa-desa di Kecamatan Talibura maupun Waiblama dengan harga Rp10 ribu per botol,” terangnya.

Alfonsius mengatakan, obat ini sudah diproduksi sebanyak 4 kali dan semua hasil produksi habis terjual sehingga pihaknya akan memproduksi lagi dalam jumlah yang lebih banyak.

Ia mengakui saat pameran di Kantor Bupati Sikka, banyak pengunjung yang tertarik dan membeli obat anti scabies ini sebab harganya yang relative murah dan terjangkau.

“Kami hanya produksi secara manual dimana sekali produksi sebanyak 20 botol dan setelah diproduksi langsung terjual habis. Di pameran ini pun kami bawa satu kardus dan hanya menyisakan beberapa botol saja,” ungkapnya.

Guru SMKN Talibura, Genoveva G.Galmin, SPd membenarkan hasil karya dalam stand yang dipamerkan saat Hari Pendidikan Nasional di Kantor Bupati Sikka murni hasil karya para siswa.

Baca Juga :  Isteri Tersangka Pencabutan Plang PT. Krisrama Minta Pemda Sikka Bebaskan Suami Mereka

Genoveva menambahkan, para guru hanya membimbing dan memberi motivasi sebab para siswa dituntut untuk kreatif dan inovatif menghasilkan karya dari bahan-bahan yang ada di sekitar mereka.

“Kami para guru hanya membimbing saja para siswa dituntut untuk kreatif dan inovatif. Lulusan yang kami hasilkan memang dituntut untuk bisa langsung kerja atau berwirausaha bila tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,” ucapnya.

Genoveva menyebutkan, saat pameran Sekolahnya menampilkan aneka produk mulai dari pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing, nutrisi untuk sapi, obat-obatan untuk kesehatan hewan dan bisa digunakan juga untuk manusia, stik kelor, pupuk organik dari kotoran ayam serta bibit kakao unggul.

Ia memaparkan, di SMKN Talibura terdapat 6 jurusan yakni Kesehatan Hewan, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan, Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas dan Agribisnis Ternak Ruminansia.

“Sekolah kami sudah 21 tahun berdiri dan mengajarkan siswa agar bisa langsung kerja setelah tamat sekolah sehingga para siswa dibekali dengan aneka keterampilan,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi
Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final
Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura
Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital
Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’
History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1
Berita ini 216 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:55 WITA

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:52 WITA

Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WITA

Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WITA

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal

Sabtu, 1 Agu 2026 - 09:54 WITA

Nusa Bunga

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA