Ia berharap masyarakat diberi edukasi dan motivasi bagaimana perhatian dan perlakuan terhadap sumber air sehingga ketersediaan air tetap terjamin.
“Bagaimana perlakuan kita di seputaran mata air. Ini belum terlambat, kalau tidak diperhatikan secara baik bisa-bisa kita krisis air,” kata Wakil Bupati Gonzalo.
Yohana Fransiska Medho, Dosen Pendamping menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah menerima mahasiswa Unwira untuk melakukan Program MBKM-Mandiri/KKN Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 di wilayah tersebut.
Yolan menjelaskan, Program MBKM merupakan salah satu skema pengabdian yang dipilih oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwira Kupang dalam kurikulum Merdeka Belajar dengan tema umum “Membangun Desa”.
Program MBKM merupakan kegiatan belajar mahasiswa yang bukan lagi duduk mendengar teori di dalam kelas, tetapi merealisasikan teori tersebut di lapangan.
Yolan mengatakan, dalam MBKM tersebut mahasiswa/i sudah terbagi di beberapa kecamatan dan desa akan mempresentasikan program kelompok dan program individu kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat desa.
“Program-program tersebut akan di sepakati bersama melalui pleno program dan akan disinkronkan dengan kondisi atau potensi yang ada di desa,” katanya.
MBKM yang diikuti oleh 46 mahasiswa/i dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang terbagi dari tiga program studi, yakni Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik. Mereka didampingi 3 Dosen Pendamping Lapangan dan dilaksanakan selama dua bulan.
Mereka tersebar Kecamatan Aesesa yakni Desa Olaia dan Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa Selatan di Desa Tutubhada, dan Kecamatan Mauponggo di Desa Maukeli, Desa Aeweo dan Desa Jawapogo. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










