FKKF Apresiasi Gubernur NTT Terkait Proyek Geothermal di Flores

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marsellinus Ado Wawo

Marsellinus Ado Wawo

JAKARTA: FLORESPOS.net-Forum Komunikasi dan Advokasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jakarta mengapresiasi sikap Gubernur NTT Melkiades Laka Lena yang mengakomodasi tuntutan masyarakat Flores dan Gereja Keuskupan Agung Ende untuk meninjau ulang proyek tenaga listrik panas bumi (geothermal) di wilayah itu.

“Proyek geotermal harus dikaji ulang dan bahkan jika perlu tidak dilanjutkan karena banyak kekurangan atau masalah sejak awal,” kata Ketua Umum FKKF Jakarta, Marsellinus Ado Wawo dalam rilis media, Rabu (9/4/2025).

Marsel Wawo menilai, Gubernur Melki telah menyerap aspirasi, bahkan di beberapa daerah, seperti di Poco Leok, Manggarai, dan Mataloko di Ngada, telah menimbulkan keresahan bahkan kerugian bagi masyarakat.

Marsel Wawo menilai Gubernur Melki telah menyerap aspirasi masyarakat Flroes dan merespons dengan tepat suara Gereja Katholik Nusa Tenggara.

Masyarakat dan Gereja menuntut agar proyek geotermal itu tidak dilanjutkan atau dihentikan karena selain meresahkan dan menimbulkan kegaduhan, juga proyek ini membawa dampak buruk bagi penduduk dan lingkungan di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga :  PS Malaka Paksa BMP Bale Nagi Lewat Drama Adu Pinalti, Bupati Stef Salami Pemain

FKKF sangat menghargai sikap Gubernur NTT yang mengoreksi proyek pembangunan geothermal di Flores, karena proyek tersebut telah mengakibatkan kerusakan lahan pertanian produktif, pencemaran lingkungan, termasuk sungai dan sumber air minum warga. Bahkan seng-seng rumah penduduk di sekitar lokasi proyek menjadi rusak akibat karat.

“Ada peristiwa, tanah di tengah kampung di wilayah selatan Ngada, terbelah. Patut diduga, kejadian ini erat kaitannya dengan eksplorasi dil lokasi sumber panas bumi, yang berdekatan dengan kampung tersebut,” kata Marsel Wawo.

FKKF menilai, Pemerintahan di berbagai tingkatan harus mendahulukan kebutuhan primer berupa pengembangan lahan pertanian produktif. Di mana pangan merupakan sumber utama bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Berusaha di Mabar, Dinas Penanaman Modal Dorong Investor Daftar Melalui OSS

Kebutuhan listrik bisa dicarikan jalan keluar lainnya, berupa pemanfaatan sinar matahaci, angin, biomasa, dan sumber energi baru terbarukan lainnya.

Marsel Wawo mengatakan, dalam tingkatan kebutuhan masyarakat, pangan merupakan kebutuhan pertama.

“Kita butuh nasi, ubi ubian, kelapa, kopi, cengkeh dan produk pangan lainnya. Apabila ketiadaan sumber pangan, bagaimana masyarakat bisa membeli kebutuhan sekunder dan tersier lainnya,” katanya.

“Bagaimana jadinya apabila masyarakat kehilangan tanahnya. Dengan sendirinya masyarakat akan kehilangan daya cipta untuk melanjutkan karya penciptaan Tuhan,” ujarnya.

FKKF Jakarta, kata Marsel Wawo sangat mengapresiasi sikap Gubernur NTT yang memprioritaskan kepentingan masyarakat, mendengarkan asprirasi dan Partisipasi masyarakat, menjaga kepentingan lingkungan hidup.

Semua pemangku kepentingan proyek geothermal, yang selama ini menimbulkan keresahan dan kerugian material di Flores, wajib hukumnya merehabilitasi kerugian masyarakat setempat, katanya.*

Penulis : Albert Harianto

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kata Save the Children–Krisis Iklin Merenggut Hak Anak
SMAS St. Gregorius Reo Dorong Literasi Kritis Guru Lewat MGMP
Refleksi Hak Anak Tahun 2025 dan Urgensi 2026, Save the Children: Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim
Pencarian Korban Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai-Terkendala Cuaca dan Debit Air Tinggi
BRI Akan Setorkan Dividen Kepada Negara  Rp11 Triliun
Pemcat Komodo Manggarai Barat Butuh Speed Boat–Untuk Layani Masyarakat Pulau
NTT Provinsi Miskin, Camat Komodo: Di Manggarai Barat Masyarakatnya Makan Kenyang
Mikael Badeoda Minta Inspektorat Akui Kekeliruan dan Sampaikan Sejujurnya ke Bupati
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:13 WITA

Kata Save the Children–Krisis Iklin Merenggut Hak Anak

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:58 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Dorong Literasi Kritis Guru Lewat MGMP

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:48 WITA

Refleksi Hak Anak Tahun 2025 dan Urgensi 2026, Save the Children: Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:05 WITA

Pencarian Korban Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai-Terkendala Cuaca dan Debit Air Tinggi

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:54 WITA

BRI Akan Setorkan Dividen Kepada Negara  Rp11 Triliun

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kata Save the Children–Krisis Iklin Merenggut Hak Anak

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:13 WITA

Nusa Bunga

SMAS St. Gregorius Reo Dorong Literasi Kritis Guru Lewat MGMP

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:58 WITA

BRI Tower Jakarta

Nusa Bunga

BRI Akan Setorkan Dividen Kepada Negara  Rp11 Triliun

Kamis, 15 Jan 2026 - 12:54 WITA