Upaya Konservasi Elang Flores di Bentang Alam Mbeliling - FloresPos Net - Page 2

Upaya Konservasi Elang Flores di Bentang Alam Mbeliling

- Jurnalis

Minggu, 9 Februari 2025 - 20:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya Konservasi Elang Flores di Bentang Alam Mbeliling. (FOTO: DOK.ROBERT PERKASA)

Upaya Konservasi Elang Flores di Bentang Alam Mbeliling. (FOTO: DOK.ROBERT PERKASA)

Perwakilan RCS, Usep, menyebutkan, data populasi Elang Flores di Nusa Tenggara hanya 300 ekor atau 150 pasang.

“Elang Flores merupakan  jenis hewan monogami  yang beranak satu hanya sekali dalam dua tahun, itupun kalau hidup atau mati,” kata Usep.

Tantangan Konservasi, sebab utama penurunan populasi raptor yang utama,  kata Usep, adalah hilangnya habitat, terutama jenis-jenis raptor mendiami pulau-pulau kecil, dimana populasi asalnya tersisa sedikit dan tak memiliki tempat lain untuk didiami.

Selain itu, pemakaian bahan-bahan kimia untuk membunuh mangsa raptor yang dianggap hama juga  masalah serius kelestarian burung.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Tak Tanggung Biaya Operasi Plastik

“Penangkapan raptor untuk diperdagangkan  secara ilegal masih sering terjadi, juga di Indonesia. Pasar-pasar burung besar biasanya masih menjual raptor secara langsung,” ujar Usep.

Usep menegaskan, peran keterlibatan masyarakat dan organisasi lokal dalam upaya konservasi Elang Flores sangat penting dalam melindungi lokasi sarang  burung Elang Flores karena masyarakat tinggal di sekitar lokasi tersebut.

Pengetahuan masyarakat lokal juga merupakan informasi  berharga bagi ahli biologi dan peneliti raptor.

“Sangat strategis jika ada kolaborasi antara masyarakat  lokal, peneliti, perguruan tinggi, LSM, lembaga pemerintah bahkan korporasi perlu didorong. Para pihak memiliki profesionalisme dan keterampilan atau sukber daya yangvtelevan untuk disumbangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lulusan Politeknik Cristo Re Maumere Langsung Direkrut Bekerja Hingga Luar Negeri

Perwakilan KPH Mabar, Hasan menyebutkan luas kawasan hutan Mbeliling sebanyak 24.000 hektare, salah satu kawasan terluas di Mabar selain kawasan hutan Bowosie 20.000 hektare.

Beragam flora dan fauna yang ada di dalam jawasan hutan Mbeliling yang  dilindungi, salah satunya Elang Flores. Karena itu, berharap kepada berbagai pihak untuk bekerja sama  melestarikan burung dan ekosistem hutan sebagai habitatnya.

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
Berita ini 349 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Feature

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:48 WITA