YTIB masuk di Desa Lemanu dan Desa Kenere dengan kegiatan pemasangan kebang berbasis kearifan lokal. “Kami melihat ini bagus. Kami nelayan dari 7 desa bergabung untuk manfaatkan kebang,” kata Sabinus Kolin.
“Ibu Veronika Lamahoda lalu kenalkan dan datangkan orang untuk beri pelatihan tentang rumput laut teknik anaconda. Namanya, Budi Kabosu. Cocok dan pas di Solor Selatan,” katanya lagi.
Setelah mendapat pelatihan dan pembekalan, Sabinus Kolin bersama para nelayan lainnya membuat jangkar untuk tempat mengikat tali serta memasang jangkar sampai pembuatan tempat penjemuran rumput laut dengan sistem sauna.
“Kami juga dibelaki dengan jaring, pelampung, pipa, tali dan bibit rumput laut yang didatangkan dari Lembata,” kata Sabinus Kolin.
“Saat ini, sedang proses pemeliharaan benih rumput laut dengan metode anakonda di wilayah laut pada 7 desa. Semoga usaha ini berhasil baik,” katanya lagi.
Direktur YTIB Veronika Lamahoda kepada Florespos.net, Rabu 5 Februari 2025, membenarkan cerita itu. Menurut dia, perubahan iklim sangat berdampak bagi para petani dan nelayan. Mereka mengalami kesulitan memprediksi musim.
Kalau dahulu, musim hujan bisa diprediksi dengan tanda-tanda alam; bunyi burung, letak bulan, perubahan warna daun, dan bunga pohon tertentu.
Kini. Tidak lagi. Burung boleh berbunyi, letak bulan dan perubahan bunga, dan daun pohon tertentu boleh berubah. Tapi hujan tak kunjung datang/datang lebih awal dan tidak sesuai dengan perkiraan petani. Para petani kehilangan pegangan untuk memastikan masa tanam sebagaimana biasa dilakukan petani pendahulunya.
“Perubahan ini memaksa petani menanam jagung begitu hujan pertama mengguyur tanah. Petani menjadi serba salah. Mau tanam takut hujan berhenti. Tidak mau tanam kapan hujan lagi,” kata Vero Lamahoda yang sudah beberapa tahun ini mendampingi para petani dan nelayan di wilayah pesisir Solor Selatan.
Kata Vero Lamahoda, “ini terjadi selama beberapa tahun belakangan. Masyarakat pesisir Solor Selatan alami gagal tanam dan gagal panen lantaran hujan berhenti ketika jagung berumur satu bulan sampai satu bulan setengah, dimana jagung sedang dalam posisi berbunga dan baru muncul buah ternyata hujan berhenti”.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










