Cerita Nelayan Pesisir Solor Selatan Adaptasi Perubahan Iklim - FloresPos Net - Page 2

Cerita Nelayan Pesisir Solor Selatan Adaptasi Perubahan Iklim

- Jurnalis

Sabtu, 8 Februari 2025 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budidaya Rumput Laut dengan Metode Anakonda oleh Nelayan 7 Desa di Kecamatan Solor Selatan Pendampingan Yayasan Tanah Ile Boleng didukung oleh Samdhana Institut. (FOTO: DOK.YTIB)

Budidaya Rumput Laut dengan Metode Anakonda oleh Nelayan 7 Desa di Kecamatan Solor Selatan Pendampingan Yayasan Tanah Ile Boleng didukung oleh Samdhana Institut. (FOTO: DOK.YTIB)

YTIB masuk di Desa Lemanu dan Desa Kenere dengan kegiatan pemasangan kebang berbasis kearifan lokal. “Kami melihat ini bagus. Kami nelayan dari 7 desa bergabung untuk manfaatkan kebang,” kata Sabinus Kolin.

“Ibu Veronika Lamahoda lalu kenalkan dan datangkan orang untuk beri pelatihan tentang rumput laut teknik anaconda. Namanya, Budi Kabosu. Cocok dan pas di Solor Selatan,” katanya lagi.

Setelah mendapat pelatihan dan pembekalan, Sabinus Kolin bersama para nelayan lainnya membuat jangkar untuk tempat mengikat tali serta memasang jangkar sampai pembuatan tempat penjemuran rumput laut dengan sistem sauna.

“Kami juga dibelaki dengan jaring, pelampung, pipa, tali dan bibit rumput laut yang didatangkan dari Lembata,” kata Sabinus Kolin.

Baca Juga :  Dosen Teologi Kontekstual STP Atma Reksa Ende Raih Gelar Doktor di UNESA, Usung Model Pembelajaran Toleransi Berbasis Konteks Lokal

“Saat ini, sedang proses pemeliharaan benih rumput laut dengan metode anakonda di wilayah laut pada 7 desa. Semoga usaha ini berhasil baik,” katanya lagi.

Direktur YTIB Veronika Lamahoda kepada Florespos.net, Rabu 5 Februari 2025, membenarkan cerita itu. Menurut dia, perubahan iklim sangat berdampak bagi para petani dan nelayan. Mereka mengalami kesulitan memprediksi musim.

Kalau dahulu, musim hujan bisa diprediksi dengan tanda-tanda alam; bunyi burung, letak bulan, perubahan warna daun, dan bunga pohon tertentu.

Kini. Tidak lagi. Burung boleh berbunyi, letak bulan dan perubahan bunga, dan daun pohon tertentu boleh berubah. Tapi hujan tak kunjung datang/datang lebih awal dan tidak sesuai dengan perkiraan petani. Para petani kehilangan pegangan untuk memastikan masa tanam sebagaimana biasa dilakukan petani pendahulunya.

Baca Juga :  Bupati Manggarai Timur Resmikan Gedung SDI Wae Buka

“Perubahan ini memaksa petani menanam jagung begitu hujan pertama mengguyur tanah. Petani menjadi serba salah. Mau tanam takut hujan berhenti. Tidak mau tanam kapan hujan lagi,” kata Vero Lamahoda yang sudah beberapa tahun ini mendampingi para petani dan nelayan di wilayah pesisir Solor Selatan.

Kata Vero Lamahoda, “ini terjadi selama beberapa tahun belakangan. Masyarakat pesisir Solor Selatan alami gagal tanam dan gagal panen lantaran hujan berhenti ketika jagung berumur satu bulan sampai satu bulan setengah, dimana jagung sedang dalam posisi berbunga dan baru muncul buah ternyata hujan berhenti”.

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

DPRD NTT Setujui, Jembatan Pomakeke Nagekeo Akan Dibangun dengan Dana Rp9 Miliar Lebih
Ratusan Siswa dan Orang Tua Murid Mendaftar Ulang di Smansa Maumere
Tim URC Burhan Polres Ende Amankan Seorang Pemuda Saat Pesta Sambut Baru
Djafar Achmad Silaturahmi ke Uskup Budi Kleden, Kami Cerita Tentang Ende di Masa Lalu
Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah: Liburan Seru, Rombongan Aman dan Tenang
Pemkab Sikka Tegaskan Tidak Pernah Melarang Penjualan BBM Eceran Untuk Kebutuhan Ekonomi Rumah Tangga
Puluhan Putra Terbaik Flobamora Jadi Pengurus DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT Periode 2026-2031
Kantor Pertanahan Nagekeo Genjot PTSL 2026 dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Dua Desa
Berita ini 734 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:04 WITA

DPRD NTT Setujui, Jembatan Pomakeke Nagekeo Akan Dibangun dengan Dana Rp9 Miliar Lebih

Senin, 22 Juni 2026 - 19:35 WITA

Ratusan Siswa dan Orang Tua Murid Mendaftar Ulang di Smansa Maumere

Senin, 22 Juni 2026 - 19:17 WITA

Tim URC Burhan Polres Ende Amankan Seorang Pemuda Saat Pesta Sambut Baru

Senin, 22 Juni 2026 - 14:40 WITA

Djafar Achmad Silaturahmi ke Uskup Budi Kleden, Kami Cerita Tentang Ende di Masa Lalu

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka Tegaskan Tidak Pernah Melarang Penjualan BBM Eceran Untuk Kebutuhan Ekonomi Rumah Tangga

Berita Terbaru