Selain kegiatan bersih-bersih massal di destinasi wisata, juga ada edukasi dan kampanye untuk meningkatkan wisatawan dan masyarakat lokal, penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai dan ramah lingkungan, serta sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas guna menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Tidak ketinggalan pemberian penghargaan dan insentif untuk menghargai kontribusi nyata para pihak dalam menjaga lingkungan.
Sebagai bagian dari gerakan ini, Kemenpar juga membentuk tim Satuan Tugas (satgas) Gerakan Wisata Bersih yang menyoroti pentingnya sanitasi dan secara berkesinambungan melakukan peninjauan terhadap keberadaan toilet yang bersih sebagai salah satu amenitas utama yang mencerminkan kualitas destinasi wisata.
Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing pariwisata Indonesia sesuai dengan aspek “health and hygiene” dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI).
“Ini adalah gerakan bersama yang dirancang untuk menciptakan dampak nyata dan jangka panjang bagi lingkungan masyarakat dan daya saing pariwisata Indonesia. Saya percaya Gerakan Wisata Bersih ini merupakan sebuah langkah yang menjawab tantangan besar dalam menjaga kebersihan kelestarian dan keberlanjutan destinasi wisata kita,” kata Menpar Widiyanti.
Pemilihan Pantai Parangtritis sebagai lokasi peluncuran program “GWB” karena kawasan pantai ini merupakan salah satu ikon pariwisata Yogyakarta. Berdasarkan data BPS, Pantai Parangtritis merupakan destinasi wisata terpopuler di Yogyakarta dengan 2,77 juta pengunjung di tahun 2024.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta beserta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat Yogyakarta pada umumnya yang telah menunjukkan komitmen yang tinggi dan telah melaksanakan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata. Kebijakan dan program konkret di Yogyakarta ini sudah selayaknya dapat dijadikan acuan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.
Ke depan, program ini akan secara bertahap dilaksanakan di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, serta di tiga Greater Destination, yaitu Bali, Jakarta, dan Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar).
Melalui implementasi di destinasi-destinasi prioritas ini, Gerakan Wisata Bersih diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kebersihan destinasi wisata tetapi juga menjadi model inspiratif yang dapat diterapkan di berbagai kawasan wisata lain di Indonesia.
“Harapannya acara ini tidak hanya menjadi aksi sesaat tetapi juga dapat membangun kebiasaan yang dan kesadaran jangka panjang bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Menpar Widiyanti.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










