ENDE, FLORESPOS.net-Pihak kepolisian dari Polres Ende, Kabupaten Ende, NTT, terus mendalami laporan keluarga korban terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oknum nakes di RSUD Ende saat pasien berinisial N menjalani operasi usus buntu di rumah sakit itu.
Atas laporan itu pihak kepolisian melalui penyidik Sat Reskrim Polres Ende telah melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan dari pihak-pihak terkait.
Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika melalui Kasat Reskrim Iptu I Gusti Made Andre Putra Sidarta kepada Florespos.net, Jumat (24/1/2025) mengatakan kasus dugaan pelecehan tersebut sudah naik tahap sidik atau penyidikan.
Namun untuk saat ini pihak kepolisian belum dapat menyampaikan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus ini.
“Belum dapat kami publish karena ada prosedur dan mekanismenya. Itu akan disampaikan pada tahap selanjutnya yaitu setelah dilakukannya gelar penetapan tersangka,” katanya.
Kasat Reskrim mengatakan polisi menaikkan dugaan pelecehan yang menimpa seorang mahasiswi berinisial N ke tahap sidik atau penyidikan setelah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang yaitu korban, keluarga korban yang disampaikan, dokter rumah sakit dan perawat atau nakes yang berjaga saat itu.
“Setelah pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara kita sudah dapatkan bukti permulaan sehingga pada tahap penyidikan nanti penanganannya akan dimaksimalkan,” katanya.
Iptu I Gusti Andre mengatakan pihaknya serius menindaklanjuti atau menangani laporan ini.
“Kami serius, seluruh perkara yang dilaporkan di Polres Ende penanganannya secara profesional dan transparan,” katanya.
Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum nakes terhadap pasien berinisial N mencuat ke publik setelah keluarga pasien yakni tante dari pasien atas nama Rosalina Taisiwa Mole menyampaikan kepada media 18 Desember 2024 lalu sehari setelah N menjalani operasi.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










