Sedangkan dia DPRD Mabar yang baru 2024-2029. Oleh sebab itu bagi dulu buku APBD 2025 baru rapat kerja Komisi-Komisi dewan dan OPD-OPD, lantangnya.
Senada diomeli dua orang wakil rakyat Mabar berstatus anggota dewan yang baru, Silverius Sukur dan Hasan. Suara mirip-mirip juga dilantang anggota DPRD Mabar yang lama, Ansel Jebarus.
Namun demikian, saat itu Martinus Warus, Ketua Komisi III/C DPRD Mabar, mengumumkan bahwa rapat kerja komisi yang dipimpinnya dengan mitra-mitra dari OPD-OPD lingkup Pemkab Mabar tetap digelar di dewan setempat di Labuan Bajo, Selasa (21/1/2025).
Rapat kerja Komisi 3 tetap dilaksanakan besok di sini (DPRD Mabar) jam 10 Wita. Biar perkenalan-perkenalan dulu kalau buku APBD 2025 belum ada, komentar Warus yang membuat ruang paripurna gemuruh oleh suara-suara peserta rapat.
Bagai gayung bersambut, Ketua Komisi I/A DPRD Mabar Ali Sehidun juga mengumumkan bahwa sidang Komisi pimpinannya juga dilaksanakan dewan setempat, Selasa (21/1) jam 10 Wita. Biar perkenalan dulu, katanya yang juga disambut gelak tawa wakil rakyat Mabar yang lain.
Sedangkan Ketua Komisi II/B, Yopi Widiyanti menolak rapat komisinya digelar di DPRD Mabar, Selasa (21/1/2025).
Dia beralibi buku APBD Mabar 2025 belum mereka pegang, karena belum didapat dari Pemkab Mabar, ketusnya.
Namun pemimpin sidang, Rikardus Jani, memutuskan sidang Komisi-Komisi DPRD Mabar dengan para mitra kerja dari OPD-OPD lingkup Mabar di dewan setempat di Labuan Bajo tetap digelar pada 21 Januari 2025 atas alasan keseragaman, katanya.
Pada paripurna tersebut, anggota DPRD Mabar yang juga ikut bersuara antara lain Martinus Mitar, Dewi, Kanis, Tarsi, dan Antonius Aron.
Diketahui, DPRD Mabar ada 3 komisi: Komisi I/A, Komisi II/B, dan Komisi III/C.*
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










