Di luar melukis orang, ketertarikan In menggambar alam dan budaya alasannya sederhana. Bahwa dia ingin melestarikan alam dan budaya melalu kanvas.
Bukti cinta In melestarikan alam dan budaya juga yakni mendirikan sanggar Roto Roka Manggarai Barat. Sanggar ini sudah berkali- kali mengikuti event di Labuan Bajo ibu kota Mabar khususnya.
In “bermimpi”, manakala suatu saat nanti karya seni lukisnya telah menjadi uang, maka itu akan donasikan buat penghuni panti. “Mudah-mudahan lancar,” katanya merendah.
Talenta baru In sebagai seniman kanvas, melukis, ternyata tidak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai PNS di lingkup Pemkab Manggarai Barat, Kepala DKPP Mabar. Sebab aktifitas melukisnya dilakukan di luar jam kantor, sore atau malam.
“Tidak mengganggu. Itu juga di luar jam kantor. Paling beberapa menitan sore atau malam. Suami dan anak-anak juga mendukung. Mereka suport. Menggambar ini bakat dan hobi saja,” ucap In.
Pendamping hidup In, Hans Sodo, secara terpisah membenarkan In. “Ya bakat melukisnya muncul akhir-akhir ini saja,” katanya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










