Keracunan Ikan Buntal, Ayah dan Anak di Manggarai Timur Meninggal Dunia - FloresPos Net

Keracunan Ikan Buntal, Ayah dan Anak di Manggarai Timur Meninggal Dunia

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua korban yang meninggal akibat keracunan makanan.

Kedua korban yang meninggal akibat keracunan makanan.

BORONG, FLORESPOS.net –Diduga keracunan makanan seorang ayah dan  anak di Kampung Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia.

Amri dan anaknya Harun Adiman (7) meninggal dunia diduga keracunan usai makan ikan buntal pada Minggu (15/12/2024) malam.

Kepala Desa Bea Ngencung, Evaristus Indrano dihubungi Florespos.net, Senin (16/12/2024) membenarkan kejadian warganya yang meninggal dunia setelah makan ikan tersebut.

Menurut kades, tiga hari sebelumnya Amri pernah memakan ikan itu, tetapi tidak terjadi keracunan namun saat hari Minggu mereka kembali memakan dengan anaknya.

Baca Juga :  Lalulintas Lumpuh Total, Dua Pekan Ribuan Warga di Manggarai Timur Terisolasi

“Istri Amri atau mama dari korban Harun Adiman menegur dan melarang tidak boleh memakan ikan buntal, namun Amri tidak mengindahkan teguran atau larangan dari istrinya,” katanya.

Usai makan pada sore hari, Amri mulai merasakan gejala keracunan ikan itu. Amri pusing, muntah dan lemas. Kemudian menyusul anak Harun Adiman menjelang magrib.

Pas lagi bermain langsung pulang rumah beritahu mamanya bahwa dia mengalami gatal di tenggorokan dan lidah.

Baca Juga :  HUT Pramuka ke-65, Gudep SMAN 8 Poco Ranaka Peduli Sampah

Amri lalu tidur dan badan terasa lemas. Dalam keadaan lemas anaknya ikut istirahat dan pas bangun langsung muntah. Melihat kondisi ayah dan anak ini, keluarga melakukan upaya pencegahan tetapi tidak mengalami perubahan.

Keluarga dan warga berjuang untuk melakukan penyelamatan dan sekitarnya pukul 22.00 Wita ayah dan anak ini dilarikan ke RSUD Borong di Lehong untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawa keduanya tidak tertolong. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru