Kemenekraf Perkenalkan Logo Baru, Mencerminkan Potensi Ekraf yang Tidak Terbatas - FloresPos Net

Kemenekraf Perkenalkan Logo Baru, Mencerminkan Potensi Ekraf yang Tidak Terbatas

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 10:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Ekonomi Kreatif memperkenalkan logo baru yang mencerminkan semangat ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Economic Growth” pada ajang Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round, Minggu (8/12/2024). (foto:dok.kemenekraf)

Kementerian Ekonomi Kreatif memperkenalkan logo baru yang mencerminkan semangat ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Economic Growth” pada ajang Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round, Minggu (8/12/2024). (foto:dok.kemenekraf)

LOMBOK, FLORESPOS.net-Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) memperkenalkan logo baru yang mencerminkan semangat ekonomi kreatif sebagai “The New Engine of Economic Growth” pada ajang Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round, Minggu (8/12/2024).

“Hari ini saya sangat senang untuk memperkenalkan logo baru ekonomi kreatif. Untuk pertama kalinya, ada Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai bukti keseriusan pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif, dan sebagai kementerian baru, kita tidak boleh melupakan akar kita yaitu Bekraf. Karena itu, logo ini serupa dengan logo Bekraf sebelumnya, namun kita tingkatkan logonya sesuai dengan zaman sekarang dan harapan ke depan,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar dilansir siaran pers Kemenekraf.

Logo baru ekonomi kreatif tersebut, menurutnya, dirancang untuk mencerminkan potensi ekonomi kreatif yang tidak terbatas.

“Ada juga lambang seperti infinity loops yang menandakan infinite abundance, infinite possibilities, dan infinite creativity untuk ekonomi kreatif Indonesia,” kata Wamenekraf Irene.

Selain logo baru Ekonomi Kreatif, 15 logo IP lokal yang sedang berkembang ke kancah internasional dari berbagai subsektor juga turut ditampilkan pada ajang tersebut, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mendukung munculnya IP lokal ekonomi kreatif pada ajang-ajang berskala internasional.

Baca Juga :  Literasi Keuangan Kunci Kehidupan Sehat dan Stabil

Perkenalan logo Kementerian Ekonomi Kreatif ini juga bersamaan dengan peluncuran tiga Intellectual Property (IP) lokal baru, yaitu Indonesia Legends, Web3 Racing Legends (W3RL), dan Indonesia Game Week yang merupakan hasil kolaborasi dengan MGPA, Max Motorsport, Radical Motorsport Indonesia, Sekuya Racing, dan komunitas motorsport lainnya.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri balap dan gim. Peluncuran IP lokal ini adalah langkah nyata untuk mengintegrasikan gim, kreativitas, teknologi, dan olahraga demi membuka peluang baru. Kolaborasi seperti ini akan membuka jalan bagi lebih banyak inovasi di masa depan,” kata Wamenekraf Irene.

Indonesia Legends bertujuan untuk mengubah mimpi para gamer menjadi kenyataan, salah satunya melalui program Radical Academy 2024 yang bertema “From Virtual Reality to Real Track”.

Baca Juga :  Operasi SAR Banjir Bandang di Nagekeo Resmi Ditutup, 3 Korban Belum Ditemukan

Sedangkan Web3 Racing Legends (W3RL) hadir sebagai platform balap inovatif yang mengintegrasikan teknologi modern untuk menarik komunitas global.

Sementara Indonesia Game Week yang akan diluncurkan tahun depan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi para pengembang gim di Indonesia.

Program ini diharapkan dapat mendorong para pelaku industri gim untuk terus berkarya dan memanfaatkan ekosistem gaming Indonesia yang terus berkembang pesat.

“Saya berharap dengan peluncuran IP lokal baru ini, bisa membawa IP balap hingga ke luar negeri, karena sudah saatnya Indonesia ada di kancah internasioal,” ujar Wamenekraf Irene.

Hadir juga dalam acara tersebut, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, General Manager The Mandalika, Wahyu Moerhadi Nugroho, Direktur Kreatif Radical Indonesia, Denda Hendro, Co-Founder dan CEO Sekuya, Joshua Budiman, dan pembalap Indonesia tercepat di Mandalika dan Coach Radical Racing School, Yasuo Senna Iriawan.

Sementara Wamenekraf Irene saat itu didampingi Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti. *

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Siaran Pers Kemenekraf

Berita Terkait

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda
Dari Halaman Asrama Menuju Lapangan Kehormatan
Kalahkan CBN, Putri Carmel Tantang Q One Club di Final Soekarno Cup
Bangun Ketahanan Pangan Keluarga, Istri Bupati Sikka Bersinergi Bersama Petani Milenial
UPTD Samsat Manggarai Timur Tertibkan Pengisian BBM Subsidi di SPBU
22 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung Tetapi Belum Beroperasi, Ini Alasannya
GP VBC dan Q One Club Raih Tiket ke Final Soekarno Cup 1
Pemain Perseftim U-17 Panen dan Makan Semangka di Kebun Irigasi Tetes di Maumere
Berita ini 189 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:48 WITA

Dari Halaman Asrama Menuju Lapangan Kehormatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Kalahkan CBN, Putri Carmel Tantang Q One Club di Final Soekarno Cup

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:53 WITA

Bangun Ketahanan Pangan Keluarga, Istri Bupati Sikka Bersinergi Bersama Petani Milenial

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:21 WITA

22 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung Tetapi Belum Beroperasi, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dari Halaman Asrama Menuju Lapangan Kehormatan

Rabu, 5 Agu 2026 - 09:48 WITA