Aduh! Logistik Menumpuk di Posko Terpusat, Warga Terdampak Erupsi Lewotobi di Desa Pruda Belum Dapat Bantuan dari Flores Timur - FloresPos Net

Aduh! Logistik Menumpuk di Posko Terpusat, Warga Terdampak Erupsi Lewotobi di Desa Pruda Belum Dapat Bantuan dari Flores Timur

- Jurnalis

Minggu, 17 November 2024 - 16:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dua pekan sudah Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus (erupsi) dan hingga Minggu (17/11/2024), masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.

Pasca meletus dahsyat pada Minggu (3/11/2024) malam itu, ribuan warga yang selama ini bermukim di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura mengungsi mencari tempat aman di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka, baik secara mandiri maupun terpusat.

Data yang diinput dari Penanggulangan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki di masing-masing posko dan posko mandiri menyebutkan, warga terdampak yang mengungsi sampai Minggu (17/11/2024) berjumlah 12.366 jiwa

Di Kabupaten Flores Timur, warga yang mengungsi terpusat dan mengungsi mandiri berjumlah 10.257 jiwa. Sementara di Kabupaten Sikka, sedikitnya 2.109 jiwa termasuk salah satunya di wilayah Desa Pruda, Kecamatan Waiblama yang jumlahnya sekitar 575 jiwa.

Seperti disaksikan Florespos.net, sejak Senin (4/11/2024) hingga Sabtu (16/11/2024), mengalir bantuan logistik seperti sembako, obat-obatan, kebutuhan pakaian, dan lainnya sebagainya untuk warga terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Bantuan itu tidak hanya dari Pemerintah baik daerah, provinsi maupun pusat, tetapi juga dari pihak ketiga yang peduli dengan kondisi ribuan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pantauan Florespos.net, terutama di lima posko terpusat, yakni Desa Konga, Desa Lewolaga, Desa Kobasoma, Desa Bokang dan Eputobi, Desa Lewoingu setiap hari dan setiap saat menerima bantuan logistik. Bantuan itu, terlihat sudah menumpuk pada posko-posko terpusat tersebut.

Baca Juga :  Kepala Desa di Kabupaten Ngada Meninggal Dunia Dianiaya Warganya

Desa Pruda Belum Dapat Bantuan

Informasi yang dihimpun Florespos.net, Minggu (17/11/2024) pagi, sedikitnya ada 575 jiwa warga terdampak berasal dari Desa Pantai Oa, Desa Waiula dan Desa Ojan Detun mengungsi di Desa Pruda, Kecamatan Waiblama di bagian selatan wilayah Kabupaten Sikka.

Warga terdampak yang mengungsi mandiri di Desa Pruda hingga saat ini minim perhatian khususnya bantuan logistik terutama dari Kabupaten Flores Timur. Selama di Pruda, warga lebih banyak mendapat bantuan logistik dari Pemda Sikka, Caritas Keuskupan Maumere, para donatur dari Sikka dan Ende, serta relawan kemanusiaan.

Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka sendiri berdekatan atau berbatasan di bagian selatan dengan Desa Ojan Detun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

Akses transportasi ke wilayah Flores Timur terutama ke posko-posko terpusat sangat sulit karena harus melintas di radius 7 km dan 9 km sektoral atau daerah rawan letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Akses transportasi termudah hanya melalui Kabupaten Sikka tepatnya dari Nangahale, Kecamatan Talibura atau tepatnya masuk melalui pertigaan Bendungan Napun Gete. Desa Pruda berjarak sekitar 20 kilometer dari Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waiblama.

“Malam tadi saya di Pruda memantau warga Desa Pantai Oa yang mengungsi di sana sejak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Minggu (3/11/2024) tengah malam. Mereka mengungsi mandiri di rumah-rumah warga Desa Pruda,” kata Nikolaus Tapun, Sekretaris Desa Pantai Oa kepada Florespos.net, melalui telepon, Minggu (17/11/2024).

Baca Juga :  Kabar Gembira Bulan Mei! Rumah Sakit Adonara Baksos Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit

Nikolaus Tapun mengatakan, selain Desa Pantai Oa, warga terdampak yang mengungsi mandiri di Desa Pruda berasal dari Desa Waiula dan Desa Ojan Detun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

“Mereka semua tinggal di rumah-rumah warga Desa Pruda. Seperti di rumah sendiri. Mereka berbaur dan beraktivitas bersama warga Desa Pruda. Warga Pantai Oa saja berjumlah sekitar 141 jiwa terdiri dari laki 72, perempuan 69, dewasa 61, anak-anak 41, balita 12 dan lansia 24,” katanya.

Nikolaus Tapun bilang, selama ini warga terdampak mengungsi mandiri di Desa Pruda mendapat bantuan logistik dari Pemda Sikka, donasi dari pihak ketiga serta dibantu oleh para relawan desa dan relawan dari Kabupaten Sikka lainnya.

“Saya sudah komunikasi melalui BPBD Flores Timur. Mudah-mudahan bisa segera dibantu warga terdampak di Desa Pruda,” pungkas Nikolaus Tapun.

Siap Koordinasi

Secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Halan dikonfirmasi Florespos.net, Minggu (17/11/2024) siang mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi untuk mengecek data sehingga bisa ditindaklanjuti.

Selain itu, kata Avelina Halan, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi karena wilayah yang dilalui untuk distribusi hingga Desa Pruda berada di jalur rawan perlintasan. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA