Pasutri Lansia di Sikka Tinggal di Gubuk Reyot, Tak Pernah Terima Bansos - FloresPos Net

Pasutri Lansia di Sikka Tinggal di Gubuk Reyot, Tak Pernah Terima Bansos

- Jurnalis

Rabu, 16 Oktober 2024 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Reyot Heribertus Tegu (65) dan Maria Wonga (65), Warga Dusun Koro, Desa Reroroja, Kabupaten Sikka. Foto: florespos.net

Rumah Reyot Heribertus Tegu (65) dan Maria Wonga (65), Warga Dusun Koro, Desa Reroroja, Kabupaten Sikka. Foto: florespos.net

MAUMERE, FLORESPOS.net-Rumah kecil berukuran 2×4 meter persegi terletak di pinggir Jalan Strategis Nasional Pantai Utara Flores, NTT, tampak reyot. Tiang penopang dan dinding bambu sudah rapuh. Lantai tanah dan atap seng sudah rusak.

Selama ini, rumah reyot ini menjadi tempat tinggal Heribertus Tegu (65) dan Maria Wonga (65), warga Dusun Koro, Desa Reroroja, Kabupaten Sikka. Rumah reyot pasangan suami istri (Pasutri), ini persis berbatasan langsung dengan Kecamatan Kota Baru wilayah Kabupaten Ende.

“Selama ini kami tinggal di rumah ini. Sekitar 10 tahun. Kami numpang di tanah keluarga,” ungkap Maria Wonga dikediamannya, Kamis (10/10/2024) siang.

Baca Juga :  Kebakaran di Kelurahan Beru, Maumere Hanguskan Tiga Bangunan

Maria Wonga saat itu sedang memasak air panas di rumah yang selama10 tahunan itu menjadi tempat keduanya berlindung dari terik matahari dan hujan.

Keduanya membangun satu bale-bale (belahan bambu) untuk tempat tidur ditemani selimuti kelambu kusam berwarna biru agar tidak digigit nyamuk malaria.

“Saat malam hari, kami kadang pakai lampu pelita, kalau listrik tidak dinyalakan dari rumah tetangga,” kata Maria Wonga diamini sang suami Heribertus Tegu.

Sehari-hari, untuk bertahan hidup, Heribertus Tegu dan Maria Wonga, terpaksa harus menjadi buruh tani di lahan persawahan milik orang dengan upah yang jauh dari harapan agar bisa makan dan minum.

Baca Juga :  Korupsi Dana Desa Tana Duen, Kades dan Bendahara Dipidana Penjara

Maria Wonga bilang, berbagai macam bantuan sosial yang diluncurkan Pemerintah Pusat seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun bantuan non tunai, PKH, perumahaan yang layak huni maupun BPJS belum pernah mereka terima atau dapat.

“Hanya saat Covid, kami dapat dari Dinas Sosial berupa beras, mie dan telur. Setelahnya, kami tidak pernah terima atau dapat bantuan,” tutup.

Kesenjangan sosial ini masih saja ada. Hal ini bisa menjadi perhatian para pemimpin dan calon pemimpin di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur NTT dan Bupati-Wakil Bupati Sikka. *

Penulis : Shinto Koban (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Curahan Hati Murdiana Pasca Lapak Digusur–‘Mau Menangis Tapi Tak Ada yang Pukul’
Resmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Nangabalo, Wabup Sikka Pesan Jadikan Kantor Koperasi Sebagai Pusat Edukasi Keuangan
Temu Usaha Ngada Jilid 2–Kerja Sama Perguruan Tinggi untuk Tingkatan SDM
Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo
Pulang Cairkan Dana Desa, Sekdes dan Bendahara Degalea Tewas dalam Kecelakaan Maut di Nangaroro
Temu Usaha Ngada Jilid 2–Langkah Strategis Membuka Ruang Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi
Sinkronisasi Kewenangan Camat dan Pemanfaatan Aplikasi Srikandi, Pemkab Sikka Dorong Tertib Administrasi Digital
Tegas! NasDem Flores Timur Desak Majalah Tempo Minta Maaf
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:06 WITA

Curahan Hati Murdiana Pasca Lapak Digusur–‘Mau Menangis Tapi Tak Ada yang Pukul’

Rabu, 15 April 2026 - 21:02 WITA

Resmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Nangabalo, Wabup Sikka Pesan Jadikan Kantor Koperasi Sebagai Pusat Edukasi Keuangan

Rabu, 15 April 2026 - 19:52 WITA

Temu Usaha Ngada Jilid 2–Kerja Sama Perguruan Tinggi untuk Tingkatan SDM

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WITA

Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo

Rabu, 15 April 2026 - 18:28 WITA

Temu Usaha Ngada Jilid 2–Langkah Strategis Membuka Ruang Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WITA