Puncak Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih di Wilayah Sikka Meluas 4 Kecamatan - FloresPos Net

Puncak Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih di Wilayah Sikka Meluas 4 Kecamatan

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 14:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Puncak musim kemarau panjang hingga pekan kedua Oktober 2024 telah menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami krisis air bersih.

Sebelumnya, krisis air bersih ini hanya dialami warga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda di bagian barat Sikka. Namun kini meluas menjadi 4 kecamatan, yakni Bola, Kangae dan Talibura di bagian timur Sikka.

Rasdiana Nona Densi, warga Dusun Koro, Kecamatan Magepanda yang saat itu sedang mengantri mendapat pelayanan air bersih bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka mengaku saat ini warga yang ada di wilayah dusunnya tengah mengalami kesulitan air bersih.

Dia mengatakan, sejak beberapa waktu lalu, warga saling berebut air di wilayah mereka yang disalurkan melalui jaringan perpipahan. Namun karena kemarau panjang, debit air pada jaringan perpipaan mengering sehingga sebagian warga tidak kebagian.

“Terkadang kami hampir berkelahi (ribut) karena tidak kebagian air dari jaringan perpipahan. Karena debit mulai mengering,” kata Rasdiana kepada media ini, Kamis (10/10/2024).

Baca Juga :  Hari Ketiga Gempa Flores, Jumlah Pengungsi di Sikka Capai 5681 Orang dan 382 Rumah Rusak Berat

Menurut dia, sejumlah sumber mata air di wilayah tersebut saat ini tengah mengalami penurunan debit bahkan ada yang hampir mengering karena musim kemarau.

“Kami sudah menunggu mulai tadi karena ada infomasi tim Penanggulan Bencana akan datang bawah air untuk kami,” kata Rasdiana sambil terus mengisi air bantuan BPBD Sikka dalam jerigennya.

Yulens Siswanto, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sikka ditemui di lokasi Dusun Koro, Kecamatan Magepanda mengatakan, berdasarkan data BPBD Sikka saat ini sejumlah kecamatan tengah mengalami krisis air akibat musim kemarau.

Menurut dia, sudah 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka tengah mengalami krisis air bersih, yakni Magepanda, Bola, Kangae dan Talibura.

“Data kita saat ini krisis air meluas di 4 kecamatan akibat kemarau panjang,” kata Yulens Siswanto.

Yulens Siswanto mengatakan, akibat kemarau panjang, hampir sebagian debit air di kecamatan terdampak mengalami penurunan yang sangat drastis.

Baca Juga :  Rekomendasi DPRD Sikka dan Pernyataan Wabup Sikka Terkait Kasus Pembunuhan Noni

Selain itu, katanya, juga akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur yang menyebabkan sumber mata air terpapar abu vulkanik.

“Di Kecamatan Talibura misalnya, selain debit air menurun, sebagaian besar sumber mata air sudah terpapar abu vulkanik Gunung Lewotobi. Bahkan ada sumber mata air yang sudah mengering,” kata Yulens Siswanto.

Yulens Siswanto menambahkan, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Kecamatan hingga Pemerintah Desa lebih pro aktif melihat kondisi warga di lapangan terkait krisis air bersih saat ini dan membuat laporan.

“Kami berharap pemerintah desa bisa buatkan laporan jika ada warga yang mengalami kesulitan air sehingga kami segera mengirimkan bantuan,” harap dia.

Sebagaimana diketahui, sejak dua hari ini, BPBD Sikka turun mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak krisis air akibat kemarau panjang. *

Penulis : Shinto Koban (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas
Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama
Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka
Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga
Berita ini 311 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WITA

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:20 WITA

94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka

Berita Terbaru