Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira Wafat, Tiga Uskup Akan Memimpin Misa Selama Hari Duka - FloresPos Net

Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira Wafat, Tiga Uskup Akan Memimpin Misa Selama Hari Duka

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Emeritus Keuskupan Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira

Uskup Emeritus Keuskupan Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira

MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Emeritus Keuskupan Maumere, Mgr.Gerulfus Kherubim Pareira menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr. TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/10/2024) pukul 16.45 Wita.

Berita meninggalnya Uskup Emeritus Mgr. Kherubim Pareira disampaikan Sekretaris Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo, S.Fil, M.Th, Lic.Th.Com atau akrab disapa RD. Donnie Migo yang dihubungi Florespos.net, Selasa (8/10/2024) petang.

Romo Donnie menjelaskan saat ini hingga Rabu (9/10/2024) pagi, Jenazah Uskup kedua Keuskupan Maumere itu disemayamkan di Lepo Bispu (Istana Uskup) Maumere.

“Selanjutnya, perarakan jenazah almarhum dari Lepo Bispu ke Gereja Katedral St. Yoseph akan dilaksanakan pada Rabu (9/10/2024) pukul 10.00 Wita. Jenazah akan disemayamkan di sana sejak Rabu (9/10/2024) hingga Jumat (11/10/2024). Jenazah akan dimakamkan di Pekuburan Para Imam Keuskupan Maumere pada Jumat (11/10/2024),” katanya.

Romo Donnie Migo juga menambahkan, ada tiga uskup yang memimpin misa selama hari duka di mana misa pada Rabu (9/10/2024) pukul 18.00 Wita akan dipimpin Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung;

Misa pada Kamis (10/10/2024) pada pukul 18.00 Wita akan dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. Misa pemakanan pada Jumat (11/10/2024) pukul 10.00 Wita akan dipimpin Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu.

Biodata:

Uskup Emeritus Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira lahir di Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 26 September 1941.

Anak ke-6 dari 15 bersaudara  pasangan Yulius Aloysius Pareira (meninggal tahun 1963) dan Ibu Elisabeth da Iku  Pareira (meninggal tahun 1999). Semasa kecil ia biasa disapa Bubing.

Bubing kecil memulai pendidikan di kelas I Algemere Largere School (ALS) Maumere, kemudian lanjut di ALS Ende Kelas II pada tahun 1947-1950.

Baca Juga :  Wakil Bupati Nagekeo Hadiri Launching Optimalisasi Lahan Non Rawa

Setelah di ALS Ende, ia kembali ke Lela meneruskan kelas III-V di Sekolah Rakyat/SR Lela I pada tahun 1950-1953. Dari Lela, ia lanjut kelas VI di SR Laratuka I pada tahun 1953-1954.

Setelah tamat sekolah dasar, Kherubim ke Seminari San Dominggo Hokeng pada tahun 1954-1957. Setamat di Hokeng, ia melanjutkan pendidikan di Seminari St. Yohanes Brechmans Mataloko.

Setamat di Mataloko, ia melanjutkan Novisiat SVD di Ledalero pada tahun 1961-1963 hingga mengikrarkan kaul perdana pada 20 Agustus 1963.

Frater Kherubim kemudian melanjutkan Studi Pendidikan di Seminari Tinggi Ledalero pada tahun 1963-1965. Dua tahun kemudian, tepatnya 1965-1967, Frater Kherubim menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari Pius XII Kisol.

Setelah menjalankan masa TOP, di Seminari, Frater Kherubim kembali ke Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero untuk melanjutkan studi Teologi pada tahun 1967-1971.

Pada 8 Desember 1970, Frater Kherubim mengikrarkan kaul kekal kepada Tuhan untuk total mengabdi kepadaNya.

Pada 22 Agustus 1971, Diakon Kherubim ditahbiskan menjadi imam di Lela dengan moto imamat “Tuhanlah kekuatanku, Madahku, dan Keselamatanku” yang diambil dari Mazmur 118 ayat 14.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Pastor Kherubim bertugas di Seminari Pius XII Kisol. Di lembaga pendidikan calon imam ini, selain menjalankan tugas sebagai pengajar/pendidik dan pembina di SMP Seminari Pius XII Kisol, ia juga dipercaya sebagai pembantu prefek SMP Seminari Kisol tahun 1972-1973.

Setelah 2 tahun berkarya sebagai pendidik dan pembina di SMP Seminari Kisol, Pater Kherubim kemudian diutus oleh Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) untuk melanjutkan studi Bidang Psikologi dan Pedagogi di Universitas Kepausan Selesian tahun 1873-1974, dan dan Universitas Kepausan Antonianum 1974-1978.

Baca Juga :  Yaspem Maumere Bukan Milik Pribadi Siapapun, Apa Alasannya?

Setelah tamat pendidikan di Roma, Pater Kherubim kembali dan bertugas di Seminari Pius XII Kisol. Pada 1977-1978, ia diangkat menjadi prefek SMA Seminari Pius XII Kisol.

Pada periode yang sama, Pater Kherubim dipercaya sebagai Rektor dan Direktur Seminari Menengah Pius XII Kisol. Pada tahun 1978-1982, Pater Kherubim dipilih menjadi Wakil Provinsial SVD Ruteng.

Dalam rentang waktu ini, ia juga dipercaya menjadi Direktur Akademi Pendidikan Kateketik (APK) Ruteng pada tahun 1981-1982.

Pada tahun 1982, Pater Kherubim diangkat menjadi Provinsial SVD Ruteng hingga tahun 1986. Selama menjadi Provinsial SVD, ia juga dipercaya menjadi dosen APK Ruteng sejak tahun 1981-1986.

Pada 25 Januari 1986, Pater Kherubim diangkat oleh Paus Yohanes Paulus II menjadi Uskup Weetebula dan ditahbiskan menjadi Uskup pada 25 April 1986 dengan motto tahbisan “Ut Omnes Unum Sint” (Supaya semua orang bersatu) yang diambil dari perikope Injil Yohanes 17 ayat 21.

Selain menjadi Uskup Weetebula, Uskup Kherubim juga dipercaya oleh KWI mengemban tugas dan jabatan anggota Dewan Moneter KWI tahun 1988, Ketua Dewan Moneter KWI tahun 1994,-2000, dan Bendahara/Ketua Dewan Moneter KWI tahun 2006. Uskup Kherubim menjalami tugas sebagai Uskup Weetebula selama 22 tahun.

Pada 19 Januari 2008, Paus Benediktus XVI  mempercayakan Uskup Kherubim menjadi Uskup Maumere hingga 25 September 2018.

Paus Fransiskus kemudian mengangkat Vikjen Keuskupan Maumere RD. Edwaldus Martinus Sedu menjadi Uskup Maumere dengan moto tahbisan “Duc In Altum”.

Uskup Emeritus Kherubim pada 22 Agustus 2021 lalu merayakan 50 tahun atau emas imamatnya. Uskup Kherubim menghembuskan nafasnya di RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (8/10/2024) pukul 16.45 Wita. *

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 525 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA