ENDE, FLORESPOS.net-Universitas Flores (Uniflor) Ende, Flores, NTT menutup seluruh rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2024 dengan malam inagurasi bersama di Lapangan Futsal Kampus II, Sabtu (24/8/2024) malam.
Malam inagurasi diikuti oleh ribuan mahasiswa, dosen dan pegawai di lingkup kampus ini.
Rangkaian kegiatan ini ditutup oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Dr. Laurentius Gadi Djou didampingi Rektor Uniflor, Dr.Wilybrodus Lanamana dan jajaran wakil rektor serta dekan.
Saat acara berlangsung, Kota Ende dan sekitarnya diguyur hujan. Meski diguyur hujan rangkaian acara yang sudah dikemas oleh panitia tetap berlangsung meriah.
Berbagai acara seperti tarian tradisional, vokal grup dari mahasiswa baru tetap berlangsung meriah.
Ketua Yapertif, Dr.Laurentius Gadi Djou dan Rektor Uniflor, Dr. Willybrordus Lanamana ikut bergoyang bersama mahasiswa di tengah guyuran hujan.
Dr. Laurentius Gadi Djou pada kesempatan itu mengajak mahasiswa tetap bertahan dan tidak lari dari hujan.
“Kalau sudah jadi mahasiswa, mau hujan atau angin kita tabrak. Kita gas pool, katanya.
Ketua Yapertif mengatakan acara tersebut akan menjadi kenangan bagi mahasiswa baru karena sudah menyelesaikan rangkaian tahapan menjadi mahasiswa di kampus ini.
“Selamat datang di kampus Uniflor dan rangkaian PKKMB ini saya tutup dengan menyalahkan api unggun,” katanya.
Ketua Panitia PKKMB Uniflor 2024, Bonaventura Seto, S.Psi, M.Psi melaporkan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 1.053 dari semua program studi dan fakultas di Uniflor.
Dikatakannya kegitan yang dilaksanakan selama sepekan PKKMB yaitu jalan sehat bersama, materi dan diakhiri dengan malam inagurasi bersama.
“Terima kasih kepada Yayasan dan Rektor yang telah dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini”.
Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana sebelumnya mengatakan PKKMB adalah salah satu kegiatan untuk mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kampus.
“PKKMB itu memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dengan sistem pendidikan di perguruan tinggi,” katanya.
Rektor Uniflor mengatakan sistem pendidikan di perguruan tinggi memiliki kultur yang berbeda dengan pendidikan di SMA maka perlu dilaksanakan kegiatan pengenalan seperti ini agar mahasiswa baru mulai beradaptasi.
“Proses adaptasi di perguruan tinggi itu berbeda dengan SMA. Mahasiswa harus diberikan pengetahuan sejak awal agar bisa beradaptasi dengan sistem di perguruan tinggi,” kata rektor.
Saat ini kampus Uniflor dan program studi yang ada di kampus ini memiliki akreditasi baik dan sedang berproses menuju akreditasi unggul untuk pertanggungjawabkan publik.
Sebagai kampus mediator budaya, kegiatan PKKMB akan difokuskan pada hal itu untuk membentuk karakter mahasiswa.
“Kampus mediator budaya adalah ciri Uniflor yang membedakan dengan kampus lain dan sudah diakui. Pada kegiatan ini tentu kita gunakan untuk membentuk karakter mahasiswa,” kata Dr Willybrodus Lanamana.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










