ENDE, FLORESPOS.net-Polres Ende akan melakukan operasi cipta kondisi Kamseltibcar lantas dengan sandi operasi Patuh Turangga tahun 2024. Operasi ini akan dilaksanakan 14 hari kedepan yaitu sejak 15 -28 Juli 2024.
Operasi ini mulai digelar dengan diawali apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika di halaman Mapolres Ende, Senin (15/7/2024).
Hadir saat apel gelar pasukan operasi Turangga 2024 Dandim 1602/Ende, Letkol Kav I Nengah Pendi R., S.T, Kepala Kejaksaan Ende di wakili oleh kasi intel Kajari Ende, Ketua PN Ende, AA Ngurah Budi D, S.H, M.H, Plt Kadis Perhubungan Ende, Ibrahim, Danki C Yonif 743/PSY, Danpos AU Letda Pom, Wadanki Brimob Ende, Dan Pos AL Ende, Seluruh Perwira Staf Polres Ende dan undangan lainya.
Pada saat apel gelar pasukan Kapolres Ende sudah menyematkan pita operasi kepada masing masing perwakilan dari Polres Ende, Subden Pom Ende dan perwakilan Dinas Perhubungan Ende sebagai tanda dimulainya operasi.
Amanat Kapolda NTT yang dibacakan Kapolres Ende mengatakan bahwa Operasi Patuh Turangga 2024 merupakan operasi cipta kondisi Kemseltibcarlantas untuk mengurangi dan meminimalisir terjadinya potensi yang menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Perkembangan transportasi juga telah memasuki era digital dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman dengan cukup menggunakan Handphone. Modernisasi ini perlu diikuti dengan Inovasi dan Kinerja Polri Khususnya Polantas.
“Dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas ini Polri melaksanakan Operasi Kepolisian di tingkat Polda dan Polres dengan sandi Operasi Patuh Turangga 2024 yang dilaksanakan selama 14 hari mulai dari tanggal 15 Juli sampai 28 Juli 2024 yang serentak diseluruh Indonesia”.
Operasi patuh ini merupakan jenis operasi harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis dalam meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas.
Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang dapat menghambat dan mengganggu Kamseltibcarlantas.
Operasi ini diharapkan dapat secara efektif menekan jumlah korban fatal akibat laka lantas, meminimalisir kemacetan lalu lintas, meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas serta terwujudnya Kamseltibcarlantas yang mantap. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando










