Persediaan Solar di SPBU Mbay Kosong, Sementara Pengecer Pinggir Jalan Stabil - FloresPos Net

Persediaan Solar di SPBU Mbay Kosong, Sementara Pengecer Pinggir Jalan Stabil

- Jurnalis

Jumat, 28 Juni 2024 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar masih terjadi di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Hampir setiap hari, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut mengaku kehabisan stok BBM solar. Pengendara yang mendatangi SPBU selalu antre berjam-jam hanya mendapatkan BBM Solar.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan keberadaan pertamini atau pedagang premium eceran di pinggir jalan dalam Kota Mbay dan sekitarnya.

Pertamini ataupun pedagang eceran selalu ada stok BBM Solar maupun Pertalite, meski di SPBU telah habis.

Seorang pedagang eceran yang enggan menyebutkan nama ketika dimintai pendapat oleh Florespos.net, Jumat (28/6/2024) siang mengatakan, pihaknya memperoleh BBM dengan mengisi ulang sepeda motor beberapa kali.

Baca Juga :  Ribuan Umat Kevikepan Mbay Gelar Aksi Damai, Tolak Proyek Geothermal

“Jadi, setelah isi sepeda motor, kita sedot pakai selang baru kita pergi isi lagi di SPBU,” katanya.

Penjualan BBM eceran jenis solar saat persediaan di SPBU Habis

Pantauan di lapangan, sepanjang hari kemarin, stok BBM Pertalite dan solar mengalami kekosongan.

Sementara solar hampir setiap hari mengalami kekosongan. Sementara pertalite dan solar yang jual eceran di wilayah kota Mbay stok selalu ada.

Pihak SPBU seperti biasa saat dikonfirmasi mengaku kehabisan stok premium itu memang karena penggunaan premium meningkat.

Baca Juga :  Fastpay Gelar Workshop di Nagekeo

Premium diakui pihak SPBU selalu habis dalam hitungan jam setelah diantar oleh pihak pertamina.

“Bukan pengurangan tapi karena permintaan meningkat, makanya selalu habis sebelum jadwal antar tiba,” kata manajer SPBU Mbay, Laurensius Tara yang di konfirmasi Florespos.net, Jumat (28/6/2024).

Sementara BBM jenis solar, kata dia, memang jatah yang di dapatkan perhari hanya 8.000 ton per hari.

“Kalau solar kita dapat jatah hanya 8 ribu ton per hari, ” katanya.

Sementara Pertalite stok masih aman.

“Kemarin memang kita stok kosong. Karena terlambat masuk. Ada kendala dalam perjalanan karena ada jalan putus,” kata Laurensius. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:34 WITA

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WITA

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

Berita Terbaru

Advertorial

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 Sep 2026 - 20:11 WITA