Gunung Lewotobi Masih Status Waspada, Dua Kali Meletus dengan Semburkan Lava Pijar - FloresPos Net

Gunung Lewotobi Masih Status Waspada, Dua Kali Meletus dengan Semburkan Lava Pijar

- Jurnalis

Minggu, 9 Juni 2024 - 23:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sepanjang hari ini, Minggu (9/6/2024) sejak pukul 00.35 hingga pukul 21.38 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus.

Tercatat, sepanjang hari ini hingga pukul 21.38 Wita sudah empat kali Gunung Lewotobi Laki-laki meletus dengan tinggi kolom abu mulai dari tidak teramati sampai teramati 500 hingga 1.100 meter dari puncak.

Dari empat kali meletus itu, dua kali di antarnya tercatat, gunung berapi
dengan tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut ini meletus disertai semburan lava pijar dari pusat erupsi.

Berdasarkan laporan periodik Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus sejak Minggu dini hari pukul 00.35 Wita.

Baca Juga :  Terungkap, Dugaan Manipulasi Data Pajak Hotel Terapung di Manggarai Barat

Selanjutnya meletus lagi pada pukul 09.00 dan 18.43 Wita. Pada pukul 18.43 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus dengan menyemburkan lava pijar. Hanya berselang dua jam, tepat pada pukul 21.38 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus lagi dengan menyemburkan lava pijar.

Meski begitu, masih berdasarkan laporan Badan Geologi PVMBG, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih di level II Waspada.

PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 KM dari pusat erupsi serta sektoral 3 km pada arah Utara-Timur Laut dan 5 KM pada sektor Timur Laut.

Masyarakat juga diminta agar tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitar Gunung Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  Ikatan Guru Agama Tegaskan Jangan Jadikan Kantor Kemenag Sikka Seolah-Olah Rumah Pribadi

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Warga Sempat Panik

Sementara warga yang bermukim di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura sempat panik saat meletus dengan menyemburkan lava pijar. Meski demikian warga memilih tidak lari mengungsi.

“Tadi sempat panik dan lari keluar rumah karena ada api yang keluar dari pusat letusan. Selama hampir dua pekan ini Gunung Lewotobi Laki-laki meletus. Hampir tiap hari hujan abu vulkanik,” ungkap sejumlah warga kepada Florepos.net, Minggu malam. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru