Gereja Keuskupan Ruteng Menyatakan Maaf Kepada Umat Beriman Atas Kejadian di Paroki Kisol - FloresPos Net

Gereja Keuskupan Ruteng Menyatakan Maaf Kepada Umat Beriman Atas Kejadian di Paroki Kisol

- Jurnalis

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net– Gereja lokal Keuskupan Ruteng di Flores, NTT, secara terbuka menyatakan maaf kepada siapa saja yang terkena dampak langsung dan tidak langsung atas kejadian di Stasi Rende, Paroki Kisol, Matim, beberapa waktu lalu.

Dalam rilis tertanggal 6 Juni 2024 dari Keuskupan Ruteng yang diterima wartawan di Ruteng, Kamis (7/6) 2024), secara terbuka Keuskupan menyampaikan maaf sebesar-besarnya;

Pertama kepada yang terkena dampak langsung dari kasus itu, yakni khususnya keluarga Bapak Valentinus Abur, anak-anak, keluarga ibu Helmince Djabur, dan keluarga Rm. Agustinus Irwanti.

Kedua, permohonan maaf yang sama juga disampaikan kepada semua beriman yang bagaimanapun merasakan kepedihan akibat kasus itu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kasus itu,” tulis Uskup Mgr. Sipri Hormat dalam rilis yang diterima dari Sekretaris Keuskupan Ruteng itu.

Baca Juga :  Riwayat Sakit Romo Beny: Gangguan Ginjal, Jantung, dan Paru-paru

Publik perlu tahu bahwa secara internal gerejawi, Keuskupan telah menangani kasus itu dengan mengikuti ketentuan dan mekanisme prosedur hukum Kanonik yang ketat dan arahan Uskup sebagai pemegang otoritas tertinggi gereja lokal Keuskupan Ruteng.

Penyelidikan awal telah dilakukan dengan hati-hati dan telah ditindaklanjuti dengan proses pidana administrasi/ekstra yudisial yang ditangani langsung para ahli hukum gereja Katolik Keuskupan Ruteng.

Atas apa yang terjadi dan keputusan yang telah dibuat, Keuskupan tetap berkomitmen untuk mendampingi dan melakukan mediasi dengan keluarga Bapak Valentinus Abur, keluarga ibu Helmince Djabur, dan keluarga Rm. Agustinus untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan secara tuntas kasus itu dalam semangat kasih, pengampunan kristiani, dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Wapres Gibran Meninjau Dua Gereja Terdampak Gempa Flores di Maumere

Dan, Keuskupan juga  mengajak seluruh umat beriman dan khususnya yang terlibat dalam kasus ini untuk menyerahkan segalanya dalam belas kasih Allah agar Dia menyembuhkan  semua hati yang terluka, memberi kekuatan, dan memberi harapan kepada semua pihak untuk menemukan dan merasakan kebaikan, pengampunan, dan damai sejahtera dari Allah.

Kasus heboh yang terjadi di Stasi Rende, Paroki Kisol, Matim, seperti diberitakan media ini sebelumnya terjadi di rumah keluarga Bapak Valentinus Abur, per 24 April 2024 dini hari. Kejadiannya, suami dari ibu Helmince memergoki isterinya dan Rm. Agustinus setempat tidur dalam kamar keluarga.

Kasusnya itu kemudian dilaporkan oleh suami dari ibu Helmince ke Kevikepan Borong untuk ditangani serius Keuskupan Ruteng. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Berita Terbaru