ENDE, FLORESPOS.net-Organisasi pemerhati lingkungan dan sampah Anak Cinta Lingkungan (ACIL) Ende akan membentuk unit bank sampah di desa dan kelurahan untuk membangun kesadaran masyarakat.
ACIL Ende akan melakukan hal ini untuk membangun kesadaran masyarakat karena masalah sampah adalah satu masalah yang belum terselesaikan di daerah ini.
“Kita akan bentuk bank-bank sampah di desa dan kelurahan berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi kepemudaan yang ada di desa”.
Kata Kordinator ACIL Ende, Umar Hamdan usai mengikuti apel Hari Lingkungan Sedunia di Dinas Lingkungan Hidup Ende, Rabu (5/6/2024).
Dikatakan Umar pembentukan bank sampah tersebut akan diikuti dengan pelatihan pengolahan sampah terpadu agar sampah sudah bisa dipilahkan dari sumber timbulnya. Tujuannya agar sampah yang dibuang ke TPA sudah mulai berkurang.
“Ada beberapa sampah masih punya nilai rupiah maka kita harus pilahkan dari sumber timbulnya. Kita akan buat dengan pelatihan pengolahan sampah dengan sistem pengolahan terpadu,” katanya.
Selain membentuk unit bank sampah di desa dan kelurahan, ACIL juga akan masuk ke dunia pendidikan melakukan advokasi membentuk bank sampah sekolah dan pojok edukasi cinta lingkungan.
“Program kita sudah jalankan sebelumnya tetapi baru di beberapa sekolah. Kita akan kembangkan lagi dengan sekolah dari SD hingga SMA bahkan perguruan tinggi,” kata Umar Hamdan.
Terkait dengan penanganan sampah di Ende, kata Umar, butuh kolaborasi dari semua pihak bukan hanya pemerintah. Tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa bergerak bersama untuk membangun kesadaran masyarakat.
ACIL juga menyarankan kepada pemerintah agar menyediakan tempat pembuangan sampah sementara seperti tong berukuran besar di fasilitas umum.
“Kita lihat di beberapa fasilitas umum seperti pasar, terminal dan tempat wisata masih kurang tong sampah. Jika kita mau membangun kesadaran masyarakat akan sampah maka harus ditunjang dengan fasilitas pendukung”.
Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup mesti melakukan pengangkutan sampah di jalan sesuai dengan jadwal agar tidak menimbulkan dampak lain seperti polusi udara dan merusak pemandangan kota.
“Pengangkutan harus sesuai jadwal, jika itu tidak dilakukan maka kita bisa lihat sendiri di ruas jalan dalam kota,” katanya.
Umar menambahkan sampah mesti menjadi masalah bersama bukan masalah pemerintah. Jika menjadi masalah bersama maka kita tidak akan membuang sampah di sembarang tempat seperti di drainase dan jalan atau di space kosong dalam kota.
ACIL melihat kesadaran masyarakat Ende akan masalah sampah masih rendah maka butuh kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder terkait untuk membangun kesadaran masyarakat. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando









