Pemkab Manggarai Barat Harus Serius Tangani Hama Kakao dan Pisang - FloresPos Net

Pemkab Manggarai Barat Harus Serius Tangani Hama Kakao dan Pisang

- Jurnalis

Senin, 3 Juni 2024 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT harus serius menangani hama-penyakit pisang dan kakao (cokelat) yang melandai daerah itu tahun-tahun belakangan.

Bernadus Ambat, anggota Komisi III DPRD Mabar menyampaikan itu kepada media ini belum lama berselang di Labuan Bajo. Komisi tiga di antara lain membidangi pertanian/perkebunan.

Menurut politisi Partai Perindo itu, pasaran biji kakao kering di Mabar akhir-akhir ini amat menggairahkan, mahal sekali. Tetapi sayang produksinya turun drastis, kualitasnya juga jatuh tajam, gara-gara hama/penyakit.

Hal yang sama dialami tanaman pisang yang tahun-tahun terakhir diserang hama/penyakit layu bakteri, khususnya pisang kepok atau pisang marmi. Dampaknya hasil pisang setempat Mabar juga jatuh tajam, bahkan tidak lagi berproduksi, buah pisang rusak, tak dapat dikonsumsi.

Baca Juga :  ADPRD Ngada Bosko Ponong Serap Aspirasi Masyarakat Nampe-Desa Wolomeze I

“Dan penyakit pisang ini mungkin muncul bersamaan dengan Covid- 19 kali lalu. Sedangkan penyakit tanaman kakao sudah muncul jauh sebelum itu,” ujar Ambat.

Untuk itu, demikian Ambat, Pemkab Mabar melalu instansi teknis yaitu Dinas Tanaman Pangan, Hotikultura dan Perkebunan (TPHP) harus serius menangani penyakit kakao dan pisang setempat, karena pisang dan kakao adalah komoditi andalan masyarakat Mabar.

Pihak Dinas TPHP, dalam hal ini, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), semestinya tidur atau tinggal bersama petani. Beri penyuluhan petani soal mengatasi hama pisang dan coket yang paling sederhana manakala belum ada obatnya. Dan hal ini perlu dilakukan secara kontinyu oleh penyuluh, ungkap Ambat.

Menurut Ambat, kakao adalah komoditi dunia. Hanya di Mabar produksinya sudah menurun tajam, mungkin juga kualitasnya menurun, semua disebabkan hama-penyakit.

Baca Juga :  Kelompok Dampingan Balai Besar KSDA NTT di Longos Siap Produksikan Abon Ikan Cara dan Salome Ikan

Kemudian pisang asal Flores, khusus pisang marmi, termasuk dari Mabar, sejauh ini sudah di antarpulaukan, antara lain bawah ke Bali, dan Surabaya. Tetapi tahun-tahun terakhir sepertinya tak kelihatan lagi gara-gara produksi turun tajam.

“Karena itu pemerintah harus serius menangani ini,” tandas Ambat.

Secara terpisah Kepala Dinas TPHP Mabar, Laurensius Halu, membenarkan penyakit tanaman buah kakao di Mabar selama ini. Begitu pula hama/penyakit pisang marmi di kabupaten itu.

Pihak Dinas TPHP Mabar sejauh ini terus berupa mengatasi hama/penyakit yang menyerang kedua tanam tersebut. Di antaranya melalu gerakan pengendalian (gerdal) untuk tanaman pisang, sedangkan untuk tanaman kakao disiapkan obat-obatan, ungkap Kadis Halu. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA