LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT harus serius menangani hama-penyakit pisang dan kakao (cokelat) yang melandai daerah itu tahun-tahun belakangan.
Bernadus Ambat, anggota Komisi III DPRD Mabar menyampaikan itu kepada media ini belum lama berselang di Labuan Bajo. Komisi tiga di antara lain membidangi pertanian/perkebunan.
Menurut politisi Partai Perindo itu, pasaran biji kakao kering di Mabar akhir-akhir ini amat menggairahkan, mahal sekali. Tetapi sayang produksinya turun drastis, kualitasnya juga jatuh tajam, gara-gara hama/penyakit.
Hal yang sama dialami tanaman pisang yang tahun-tahun terakhir diserang hama/penyakit layu bakteri, khususnya pisang kepok atau pisang marmi. Dampaknya hasil pisang setempat Mabar juga jatuh tajam, bahkan tidak lagi berproduksi, buah pisang rusak, tak dapat dikonsumsi.
“Dan penyakit pisang ini mungkin muncul bersamaan dengan Covid- 19 kali lalu. Sedangkan penyakit tanaman kakao sudah muncul jauh sebelum itu,” ujar Ambat.
Untuk itu, demikian Ambat, Pemkab Mabar melalu instansi teknis yaitu Dinas Tanaman Pangan, Hotikultura dan Perkebunan (TPHP) harus serius menangani penyakit kakao dan pisang setempat, karena pisang dan kakao adalah komoditi andalan masyarakat Mabar.
Pihak Dinas TPHP, dalam hal ini, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), semestinya tidur atau tinggal bersama petani. Beri penyuluhan petani soal mengatasi hama pisang dan coket yang paling sederhana manakala belum ada obatnya. Dan hal ini perlu dilakukan secara kontinyu oleh penyuluh, ungkap Ambat.
Menurut Ambat, kakao adalah komoditi dunia. Hanya di Mabar produksinya sudah menurun tajam, mungkin juga kualitasnya menurun, semua disebabkan hama-penyakit.
Kemudian pisang asal Flores, khusus pisang marmi, termasuk dari Mabar, sejauh ini sudah di antarpulaukan, antara lain bawah ke Bali, dan Surabaya. Tetapi tahun-tahun terakhir sepertinya tak kelihatan lagi gara-gara produksi turun tajam.
“Karena itu pemerintah harus serius menangani ini,” tandas Ambat.
Secara terpisah Kepala Dinas TPHP Mabar, Laurensius Halu, membenarkan penyakit tanaman buah kakao di Mabar selama ini. Begitu pula hama/penyakit pisang marmi di kabupaten itu.
Pihak Dinas TPHP Mabar sejauh ini terus berupa mengatasi hama/penyakit yang menyerang kedua tanam tersebut. Di antaranya melalu gerakan pengendalian (gerdal) untuk tanaman pisang, sedangkan untuk tanaman kakao disiapkan obat-obatan, ungkap Kadis Halu. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










