BORONG, FLORESPOS.net-Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilatih mengolah pangan lokal.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperindag Manggarai Timur, Fransiskus P. Sinta di Centra Pisang yang berlokasi di Gola Lada, Kecamatan Borong, Senin, (20/5/2024).
Frans mengatakan, tujuan pelatihan adalah mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal (umbi-umbian) yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah juga sebagai bentuk pemberdayaan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM di Matim.
Dia mengatakan, pelatihan kali ini melibatkan 20 pelaku UMKM yang sedang berkembang dari 12 Kecamatan. Fokus pada proses pengolahan singkong dan talas menjadi 40 produk hasil olahan, seperti brownis singkong, bolu singkong, stik, tape, tepung mocaf, dan getuk.
“Singkong dan talas memiliki keunggulan komparatif agar menjadi keunggulan kompetitif, maka harus diberi nilai seperti dikelola menjadi berbagai prodak hasil olahan yang kita lihat saat ini. Bahan pangan ini, haruslah kita olah di daerah kita kemudian baru kita pasarkan keluar. Saya berharap peserta pelatihan memanfaatkan kegiatan ini sehingga pulang bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga,” katanya.
Lebih lanjut Fransiskus mengatakan, pihaknya melibatkan tenaga ahli/profesional yang memiliki sertifikat kompetensi pengolahan pangan dan pendampingan industri yang didatangkan dari pulau Jawa, yakni Mae Sri Winarni dan Fransiskus X. Edi Winarno.
“Program kita saat ini fokus pada pengolahan singkong dan talas sebagai potensi pangan lokal untuk kemudian dapat diproduksi menjadi berbagai jenis prodak olahan yang siap dipasarkan,” katanya.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 6 hari dengan target bertambahnya pelaku UMKM berbasis pangan lokal yang kemudian bertujuan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. *
Penulis: Albert Harianto I Editor: Anton Harus










