Warloka, Destinasi Baru Wisata Manggarai Barat - FloresPos Net

Warloka, Destinasi Baru Wisata Manggarai Barat

- Jurnalis

Minggu, 10 Maret 2024 - 19:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Desa persiapan Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, bakal menjadi tempat tujuan wisata baru di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Sebab, wilayah itu kaya obyek indah, langka, unik, baik alam maupun budaya.

Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianus Weng, mengatakan itu kepada Florespos.net belum lama berlalu di Labuan Bajo.

Menurut Wabup Weng, salah satu pemicu Warloka menjadi destinasi wisata baru yakni penetapan Warloka sebagai kampung nelayan moderen (kalamo). Pemerintah Pusat (Pempus) segera membangun kalamo Warloka dalam waktu dekat.

Muara dari pembangunan kalamo, katanya, yakni untuk kesejahteraan masyarakat Warloka khususnya. Sebab, program kalamo dilengkapi sejumlah fasilitas produkrivitas dan kompetensi masyarakat, termasuk pemberdayaan.

Apalagi, demikian Wabup Weng, Warloka yang berada di mulut laut Sawu itu terdapat banyak obyek wisata. Diantara lain pasar barter disamping alamnya yang indah.

Di pasar tradisional tetaebut, pasar barter Warloka, hingga kini masih terjadi tukar barang dengan barang. Barang yang ditukar antara lain garam, ikan, pisang, ubi, beras, dan pisang. Ikan atau garam dari nelayan ditukarkan dengan pisang atau ubi atau jagung atau sayur atau berasnya petani.

Baca Juga :  Pembangunan Rumah Sakit Pratama Solor Flores Timur, Kemenkes Alokasikan Rp 65 Miliar

Konsumen dan produsennya berasal dari dan sekitar. Petani di dan sekitar Warloka bertemu dengan nelayan setempat, di dan sekitar Warloka. Bertemu untuk transaksi tukar barang dengan barang di pasar barter Warloka.

Selain di Warloka, pasar barter lain di wilayah itu ada juga di Lenteng, Desa Golo Mori. Desa persiapan Warloka Pesisir bertetangga dengan Desa Golo Mori. Di depan dan sekitar Warloka ada sejumlah nusa, antara lain Pulau Rinca yang adalah bagian dari Taman Nasional Komodo (TNK).

Hal-hal di atas tentukan bakal menjadikan Warloka sebagai destinasi wisata baru di Mabar, tutup Wabup Weng yang eks Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.

Pada tempat berbeda Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Mabar, Fatinci Reynilda menambahkan, pasar barter Warloka selama ini hanya berlangsung sekitar satu setengah jam saja, dari jam 6 Wita hingga jam 7.30 Wita.

Baca Juga :  Dinas LHP Manggarai Barat Optimis PAD Sampah 2024 Capai Target

“Ke depannya pasar barter Warloka pasti terus dilestari, antara lain karena alasan pariwisata. Di zaman moderen seperti sekarang, ini unik dan langka,” kata Kadis Fatinci.

Selain alamnya indah dan ada pasar tradisional/pasar barter, di Warloka juga ada situs batu balok, batu meja, dan berbagai peninggalan masa lampau lainnya.

Pembangunan kalamo, tentu membuat Warloka semakin maju, dan masyarakatnya juga diharapkan semakin makmur sejahtera. Apalagi Desa persiapan Warloka Pesisir yang mekar dari Desa Warloka, juga dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori. Dengan begitu, cepat atau lambat Warloka bakal jadi destinasi baru di Manggarai Barat, tutup Kadis Fatinci.

Seperti dilansirkan media ini sebelumnya, kampung nelayan moderen kedua Indonesia segera dibangun di Warloka Manggarai Barat. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek
Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Berita ini 494 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:33 WITA

IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA