LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Desa persiapan Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, bakal menjadi tempat tujuan wisata baru di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Sebab, wilayah itu kaya obyek indah, langka, unik, baik alam maupun budaya.
Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianus Weng, mengatakan itu kepada Florespos.net belum lama berlalu di Labuan Bajo.
Menurut Wabup Weng, salah satu pemicu Warloka menjadi destinasi wisata baru yakni penetapan Warloka sebagai kampung nelayan moderen (kalamo). Pemerintah Pusat (Pempus) segera membangun kalamo Warloka dalam waktu dekat.
Muara dari pembangunan kalamo, katanya, yakni untuk kesejahteraan masyarakat Warloka khususnya. Sebab, program kalamo dilengkapi sejumlah fasilitas produkrivitas dan kompetensi masyarakat, termasuk pemberdayaan.
Apalagi, demikian Wabup Weng, Warloka yang berada di mulut laut Sawu itu terdapat banyak obyek wisata. Diantara lain pasar barter disamping alamnya yang indah.
Di pasar tradisional tetaebut, pasar barter Warloka, hingga kini masih terjadi tukar barang dengan barang. Barang yang ditukar antara lain garam, ikan, pisang, ubi, beras, dan pisang. Ikan atau garam dari nelayan ditukarkan dengan pisang atau ubi atau jagung atau sayur atau berasnya petani.
Konsumen dan produsennya berasal dari dan sekitar. Petani di dan sekitar Warloka bertemu dengan nelayan setempat, di dan sekitar Warloka. Bertemu untuk transaksi tukar barang dengan barang di pasar barter Warloka.
Selain di Warloka, pasar barter lain di wilayah itu ada juga di Lenteng, Desa Golo Mori. Desa persiapan Warloka Pesisir bertetangga dengan Desa Golo Mori. Di depan dan sekitar Warloka ada sejumlah nusa, antara lain Pulau Rinca yang adalah bagian dari Taman Nasional Komodo (TNK).
Hal-hal di atas tentukan bakal menjadikan Warloka sebagai destinasi wisata baru di Mabar, tutup Wabup Weng yang eks Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.
Pada tempat berbeda Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Mabar, Fatinci Reynilda menambahkan, pasar barter Warloka selama ini hanya berlangsung sekitar satu setengah jam saja, dari jam 6 Wita hingga jam 7.30 Wita.
“Ke depannya pasar barter Warloka pasti terus dilestari, antara lain karena alasan pariwisata. Di zaman moderen seperti sekarang, ini unik dan langka,” kata Kadis Fatinci.
Selain alamnya indah dan ada pasar tradisional/pasar barter, di Warloka juga ada situs batu balok, batu meja, dan berbagai peninggalan masa lampau lainnya.
Pembangunan kalamo, tentu membuat Warloka semakin maju, dan masyarakatnya juga diharapkan semakin makmur sejahtera. Apalagi Desa persiapan Warloka Pesisir yang mekar dari Desa Warloka, juga dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori. Dengan begitu, cepat atau lambat Warloka bakal jadi destinasi baru di Manggarai Barat, tutup Kadis Fatinci.
Seperti dilansirkan media ini sebelumnya, kampung nelayan moderen kedua Indonesia segera dibangun di Warloka Manggarai Barat. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus










