Pempus Diharapkan Segera Review HPL di Manggarai Barat - FloresPos Net

Pempus Diharapkan Segera Review HPL di Manggarai Barat

- Jurnalis

Sabtu, 9 Maret 2024 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Pusat (Pempua) melalui kementerian terkait diharapkan segera mereviu status hak pengelolaan lahan (HPL) di selatan Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Masyarakat terdampak sangat mendambakan itu, karena HPL ditengarai merugikan mereka. Mereka seperti kehilangan hak atas lahan yang mereka kuasai secara turun temurun, karena tanah-tanah warga itu sudah berstatus HPL, berarti milik pemerintah/negara.

Demikian Sewargading S. J. Putera, salah seorang barisan Aliansi Masyarakat Mburak Bersatu kepada FloresPos. Net baru-baru ini di Labuan Bajo.  Wilayah selatan Kecamatan Komodo dulu bagian dari hamente/kedaluan Mburak.

Diungkapkan, luas kawasan HPL ribuan hektare (ha), tersebar di 4 desa di selatan Kecamatan Komodo, Mabar, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keempat desa yakni Macang Tanggar, Warloka, Golo Pongkor, dan Tiwu Nampar.

Menurut Sewargading, isu HPL baru terkuak tahun 2022. Padahal prosesnya sudah berlangsung sekitar tahun 1990-an.

Awalnya Pemerintah Kabupaten Manggarai menawarkan kawasan luas di selatan Kecamatan Komodo untuk dibangunkan irigasi besar- besaran oleh Pempus. Masyarakat setempat senang karena untuk sawah. Warga sudah lama mendambahkan sawah tapi terkendala air, tak ada irigasi besar. Saat itu Mabar bagian dari Kabupaten Manggarai.

Baca Juga :  Pesta Intan, SDK St. Cornelius Larantuka IV Gelar Napak Tilas dan Aneka Kegiatan

“Prosesnya sekitar awal-awal sembilan puluhan (tahun 1990-an). Konon ada SK Bupati Manggarai,” ujar Sewargading yang juga anggota DPRD Mabar itu.

Namun, kata Sewargading, yang muncul justru program Transmigrasi dan lokasinya di Desa Macang Tanggar. Walau begitu, masyarakat tak mempersoalkan program bernomenklatur transmigrasi Nggorang tersebut.

Seiring perjalanan waktu, tahun 2022, kabar HPL menyeruak ke permukaan dengan SK 001. Tidak tanggung-tanggung lahan berstatus HPL yang tersebar di 4 desa tersebut luasnya ribuan ha. Warga terdampak juga banyak.

“Saya sendiri belum melihat, membaca, memegang fisik SK kosong-kosong satu itu,” ujar Sewargading yang putra asli Mburak tersebut.

Ironisnya, sambung dia, tanah-tanah milik warga yang disinyalir masuk HPL itu selama ini ada yang sudah disertifikat, bahkan ada yang melalu program pemerintah bernama Prona.

Baca Juga :  Nasdem Manggarai Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Widyanti Bantah Tujuan Politik

Terkait HPL, masyarakat terdampak dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar bersama jajarannya hingga ke tingkat desa di 4 desa terdampak HPL, termasuk instansi teknis pada lingkup Pemkab Mabar seperti Dinas Transmigrasi Mabar, DPRD Mabar, serta lain-lain, selama ini sudah berjuang maksimal ke Pempus agar segera reviu HPL dengan alasan-alasan tadi, tandas Sewargading.

Dan sehubungan dengan ini, lanjut Sewargading, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mabar tahun 2024 sudah diakomodir Rp. 400 juta lebih terkait urusan HPL.

Diharapkan kepada Pempus melalu Kementerian terkait supaya segera reviu HPL di 4 desa di selatan Kecamatan Komoditi Mabar NTT, tutup Sewargading yang pada Pileg 2024 terpilih kembali menjadi wakil rakyat Mabar periode 2024-2029 dan hampir pasti menduduki kursi Wakil Ketua dua dewan setempat.

Diberitakan media ini sebelumnya, Perjuangkan Hak Pengelolaan Lahan, Bupati Endi Siap bertemu Pempus. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Keuskupan Ruteng Gandeng 5 Dokter dan 4 Biarawati Layani Pengobatan dan Psikososial 4.178 Penyintas Gempa Flores
Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembai Ceria Belajar
Kunjungi Fasilitas Kesehatan, Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Selalu Bertugas Saat Bencana
Hari Pertama Masuk Sekolah di Sikka, KBM Hanya Berlangsung Tiga Jam
Kantor Bupati Sikka Alami Kerusakan, Bupati dan Wakil Bupati Berkantor di Tenda
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Polres Ende Polda NTT Dirikan Tenda jadi Ruang Kelas Darurat Pascagempa di SMPN 1 Ende
VDS Group Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa di Ngada
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:29 WITA

Keuskupan Ruteng Gandeng 5 Dokter dan 4 Biarawati Layani Pengobatan dan Psikososial 4.178 Penyintas Gempa Flores

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:05 WITA

Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembai Ceria Belajar

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:00 WITA

Kunjungi Fasilitas Kesehatan, Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Selalu Bertugas Saat Bencana

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Hari Pertama Masuk Sekolah di Sikka, KBM Hanya Berlangsung Tiga Jam

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:46 WITA

Kantor Bupati Sikka Alami Kerusakan, Bupati dan Wakil Bupati Berkantor di Tenda

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembai Ceria Belajar

Senin, 31 Agu 2026 - 20:05 WITA