Cegah Penyebaran ASF, Flores Timur Terus Perketat Pemeriksaan di Perbatasan - FloresPos Net

Cegah Penyebaran ASF, Flores Timur Terus Perketat Pemeriksaan di Perbatasan

- Jurnalis

Selasa, 27 Februari 2024 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi masih terus mengancam wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) terus melakukan pencegahan dengan memperketat pemeriksaan lalu lintas hewan terutama babi di perbatasan dengan Kabupaten Sikka.

“Sampai saat ini, belum ada babi di Flores Timur yang mati karena ASF. Meski begitu, pencegahn terus kami lakukan,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan (Disbunter) Kabupaten Flores Timur Petrus Petara Aran kepada Florespos.net, Senin (26/2/2024).

Petrus Petara mengatakan, langkah pencegahan keluar dan masuknya hewan peliharaan babi di wilayah Kabupaten Flores Timur diperketat sejak virus tersebut menewaskan puluhan ekor babi di kabupaten tetangga, Sikka.

“Kami perketat lalu lintas antar kabupaten di perbatasan. Di Boru dan Adabang di utara, kita aktifkan Cek Poin (Pos Pemeriksaan) hewan. Pos ini aktif pemeriksaan kendaraan yang bawa hewan terutama babi,” katanya.

Baca Juga :  Pelajar SMPS Mater Inviolata Larantuka Tanam Mangrove dan Media Bioreeftek di Pantai Besar

Dia mengatakan, selain pemeriksaan, pihaknya aktif turun mendistribusikan disinfektan untuk langkah pencegahan masuknya virus ASF pada masyarakat terutama yang mempunyai hewan peliharaan babi.

“Baru-baru ini, kami bagi disinfektan ke peternak. Virus ini belum ada obat anti virus, jadi hanya bisa dengan cara pencegahan. Pencegahan mulai dari kandang agar tidak menyebar dan hewan babi bisa aman dari virus,” kata Petrus Petara.

Menjawab Florespos.net, terkait begitu banyak daging babi yang dijual secara bebas di Kota Larantuka, Petrus Petara mengatakan, petugas kesehatan hewan pada dinasnya selalu memeriksa babi yang hendak dipotong untuk dijual.

“Ada petugas kami yang selalu memeriksa babi sebelum dipotong. Petugas kami juga memeriksa daging babi setelah dipotong untuk dijual,” katanya.

Sebelumnya, sejak 29 Januari 2024 lalu, Pemda Flores Timur melalui Penjabat Bupati Doris Alexander Rihi mengeluarkan imbauan waspada dengan virus ASF.

Dalam surat tanggal 29 Januari 2024, Penjabat Bupati Doris Rihi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus kematian babi di wilayah kota/kecamatam/desa/kelurahan masing-masing.

Baca Juga :  Distribusi dan Penjualan Rokok Ilegal di Flores Timur Disinyalir Menggunakan Mobil Tertutup dan Motor Tas Samping

Penjabat Bupati Doris Rihi menegaskan, wajib melaporkan informasi kesakitan kematian babi secepat-cepatnya kepada petugas Pusat Kesehatan Hewan setempat atau Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur.

Selain itu, Penjabat Bupati Doris Rihi juga mengimbau meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak babi dan produk olahan babi antar kabupaten/kecamatan/desa/kelurahan baik melalui darat, laut dan udara (baik resmi maupun tidak resmi).

Setiap ternak babi/produk olahan babi asal babi yang didatangkan dari luar wilayah Kabupaten Flores Timur wajib mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur.

Dilarang mendistribusikan/menjual daging babi yang berasal dari babi sakit maupun mati akibat penyakit.

Membatasi lalu lintas orang, barang dan kendaraan ke areal kandang. Perhatikan kebersihan ternak babi, kandang dan peralatan kandang. Setiap babi yang mati harus dikuburkan pemilik dengan kedalaman galian 1,5 meter. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA