LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, TikTok Indonesia, dan Bank BRI KCP Labuan Bajo berkolaborasi menyelenggarakan Kongkow Lintas Komunitas (KONTRAS).
Acara ini digelar dalam rangka membangun dan mempererat komunikasi dan sinergitas antara Pelaku Industri Parekraf Labuan Bajo, Kemitraan Parekraf, dan Regulator Kebijakan Daerah untuk terus dapat meningkatkan kualitas dan performa pariwisata Labuan Bajo sebagai satu dari lima DPSP di Indonesia.
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Februari 2024 di Taman Parapuar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT itu mengusung tema “Kolaborasi Komunitas Kreatif dan Pasar UMKM Labuan Bajo”.
Diharapkan acara ini dapat mendorong komunitas kreatif yang ada di Labuan Bajo untuk saling berkolaborasi dalam penciptaan produk ekraf berkualitas dan bersama-sama mengoptimalkan penggunaan media digital untuk promosi produk ekrafnya.
Frans Teguh, Plt Direktur Utama BPOLBF baru-baru ini mengatakan, perlunya membangun komunikasi erat di antara para pelaku industri parekraf Labuan Bajo terutama dengan berkembangnya teknologi digital yang saat ini memudahkan para pelaku ekraf untuk memonetisasi ide dan gagasan serta produk kreatifnya di media digital.
Pertukaran ide dan informasi serta pengenalan regulasi yang berlaku dalam menjalankan industri ekraf menjadi sesuatu yang penting untuk dipahami bersama.
“KONTRAS memungkinkan komunitas kreatif di Labuan Bajo untuk saling berinteraksi dan berkolaborasi secara lebih terbuka, sehingga dapat lebih menguatkan sinergi antar komunitas. KONTRAS juga dapat menjadi platform bagi UMKM dan komunitas kreatif lainnya untuk mempromosikan dan menjual produk kreatifnya,” ungkap Frans Teguh.
Frans Teguh mengatakan, KONTRAS juga diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan ekosistem bisnis melalui kegiatan bersama komunitas dan sebagai showcase komunitas kreatif di Parapuar.
Melalui KONTRAS, kata Frans Teguh, pihaknya berharap akan ada ekosistem bisnis melalui kegiatan bersama komunitas dan sekaligus juga memperkenalkan Taman Parapuar sebagai showcase bagi komunitas kreatif dan UMKM di Labuan Bajo terutama bagi anak- anak muda yang bergabung di komunitas untuk membangun ekonomi melalui ide-ide kreatifnya.
Pemanfaatan media digital menjadi sesuatu yang wajib dilakukan karena memungkinkan penggunanya untuk men-create, memperkenalkan, sekaligus mempromosikan dan memonetisasi ide dan produk kreatifnya, ujarnya.
Lanjut Frans Teguh, kegiatan yang akan diadakan di Taman Parapuar akan melibatkan 8 Komunitas kreatif Labuan Bajo, 6 UMKM yaitu Putri Cendol, Sari Toga Komodo, Eluuk Coffee, Camel Incha, Bakul Ummah, dan Mataleso Ge Rosy Kora.
Dalam kegiatan ini juga akan ada penampilan karya seni dari komunitas, diskusi bersama komunitas, Coching clinic by TikTok Live, dan Jamming Session, tambah Frans Teguh. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










