MAUMERE, FLORESPOS.net-Salah seorang siswa asal Kolondobo, Kecamatan Ili Ape, Kabupaten Lembata, ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di kantin sekolah SMAK Bhaktyarsa Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (20/1/2024) pagi.
Siswa yang diketahui bernama Ferdinandus Sili Making merupakan siswa Kelas XII Jurusan IPS SMAK Bhaktyarsa Maumere. Ia juga merupakan salah satu penghuni asrama sekolah tersebut, yakni Asrama St. Gabriel.
Pantauan media ini, berita meningggalnya siswa yang sangat cerdas dan memiliki bakat sastra ini meninggalkan duka mendalam bagi komponen SMAK Bhaktyarsa.
Tampak elemen para siswa, para guru, dan para suster menangis di sekitaran lokasi kejadian. Juga sejumlah polisi dan tim inafis melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menurunkan jenazah almarhum.
Setelah diturunkan, jenazah korban dibawa ke Ruang Jenazah RSUD dr.TC Hillers Maumere untuk dilakukan pemeriksaan dan dimandikan.
Tampak di ruang jenazah terlihat petugas Ruang Jenazah Dominikus Tala, dan sejumlah pegawai RSUD Maumere.
Terlihat juga Ketua Yayasan Persekolahan Santo Gabriel Maumere yang antara lain membawahi SMAK Bhaktyarsa, Sr. Agusta Palma, SSpS; Kasek SMAK Bhaktyarsa Maumere Sr. Marcelina Lidi, SSpS; Ketua Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores, Sr. Fransiska Imakuata, SSpS; salah seorang sesepuh Lembata di Maumere Yani Making yang juga keluarga korban, ratusan siswa SMAK Bhaktyarsa, dan elemen warga Lembata yang ada di Kota Maumere.
Hadir juga di sana beberapa polisi dari Polsek Alok dan Tim Inafis Polres Sikka, serta aparat yang bertugas lainnya.
Kehilangan Siswa Multitalen
Salah seorang Guru SMAK Bhaktyarsa Maumere Fidelis Jawa, S.Pd yang ditemui di Ruang Jenazah RSUD dr. TC Hillers Maumere, Sabtu pagi mengaku pihak sekolah sangat kehilangan salah seorang siswa terbaik yang memiliki banyak bakat, termasuk di bidang sastra.
“Kami kehilangan salah seorang siswa terbaik. Siswa ini memiliki banyak bakat, termasuk di bidang sastra,” kata Fidelis Jawa.
Pengakuan serupa disampaikan sejumlah teman kelas dan teman asrama almarhum.
“Kami sangat kehilangan teman yang sangat berbakat dalam banyak hal, khususnya di bidang sastra. Almarhum sangat rajin menulis,” kata salah seorang siswa penghuni asrama.
Jenazah Diantar ke Lembata
Perwakilan keluarga almarhum Yani Making kepada media ini di Ruang Jenazah mengemukakan bahwa keluarga telah menyepakati untuk membawa jenazah almarhum ke kampung halamannnya untuk dikuburkan.
“Jenazah korban akan dibawakan ke Lembata untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya,” kata Yani Making.
Sedang Dalam Penyelidikan
Kasat Humas Polres Sikka, AKP Susanto, SE yang dihubungi terpisah mengemukakan pihak Polres sedang melakukan olah TKP dan penyelidikan terkait kasus gantug diri ini.
“Nanti laporan naik, saya info,” kata AKP Susanto. *
Penulis:Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando










